Pada hari Kamis, gedung Sentra Mulia Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengalami kebakaran dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sugeng yang merupakan Plt Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan, mengatakan pihaknya telah mengerahkan 26 unit mobil pemadam kebakaran dengan 130 orang anggota dan bersyukur dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa.
Dilansir dari detik.com, Sugeng memberikan pernyataan kepada wartawan di lokasi kejadian, “Alhamdulillah sejauh ini tidak ada informasi terkait dengan adanya korban jiwa. Semua sudah steril.” Sugeng menerangkan bahwa tempat terjadinya kebakaran berasal dari gudang administrasi sekretariat di lantai 5, tetapi, demi memastikan tidak adanya api yang merambat ke area gedung lain, pihaknya juga melakukan pengecekan di lantai 4 dan lantai 6.
Bagian gedung yang mengalami kebakaran adalah area gudang Barang Milik Negara (BMN). Sugeng menambahkan bahwa “hanya di lantai lima (kobaran api), itu juga berada di gudang. Tapi kita antisipasi lantai 6 dan lantai 4. Saat ini kami sedang melakukan penyisiran.”

Menurut pernyataan Tubagus Erif Faturahman, Koordinator Humas Sekretariat Jenderal Kemenkumham, ada pegawai dari Kemenkumham yang mengalami luka akibat terkena pecahan kaca. “Ada yang mengalami luka waktu pegawai kita pertama kali memecahkan kaca untuk melakukan pemadaman api,” ujar Erif.
Kebakaran yang terjadi di gedung Kemenkumham ini diduga akibat adanya korsleting listrik. Sugeng berkata bahwa “dugaan terkait penyebab kebakaran itu adalah korsleting listrik.” Pada saat dilakukannya proses pemadaman, Sugeng memberitahukan bahwa kendala yang dialami ileh pihaknya adalah tebalnya asap yang menyelimuti area di sekitar lokasi kejadian, dan tidak ada permasalahan terkait dengan kebutuhan sumber air.
Sesuai dengan laporan dari viva.co.id, Sugeng menyampaikan bahwa “sebetulnya tidak ada permasalahan atau kesulitan dikarenakan kita menggunakan sumber air gedung. Namun kendala di sana itu banyak asap saja.”






