Alih-alih menyindir, sejumlah warganet di Indonesia benar- benar berduka dan menyampaikan doa atas kepergian tokoh eksentrik Rangga Sasana alias Lord Rangga Sunda Empire pada Rabu (7/12).
Rangga meninggal dunia dalam perawatan rumah sakit di Brebes, Jawa Tengah, Rabu (7/12) pagi. Rangga Sasana meninggal di RS Mutiara Bunda Tanjung, Brebes, Jawa Tengah. Kabar meninggalnya Rangga Sasana itu dibenarkan advokat yang pernah mendampingi almarhum dalam kasus penyebaran hoaks dan membuat keonaran, Erwin Syahduddi.
“Iya, kebetulan tadi pagi konfirmasi ke anaknya, dan memang kabarnya benar dan anaknya juga sedang perjalanan ke Brebes dari Bekasi,” kata Erwin. Atas kepergian Lord Rangga, sejumlah warganet menyampaikan doa dan harapan lewat jagat Twitter, hingga berkomentar kepergian Rangga berkenaan dengan kondisi dunia sedang tidak baik-baik saja. “Walaupun nyeleneh tapi ketika dia pergi, banyak orang yang mendoakan baik baik. Rest in peace lord Rangga,” ujar @urfavkinderjoy.

Dampak bagi tatanan dunia
Rangga mencuat seiring kemunculan kelompok Sunda Empire pada awal Januari 2020. Ragam komentar dan klaimnya unik dan kebanyakan jadi bahan candaan netizen. Kekaisaran fiktif ini pernah memprediksi pemerintahan dunia akan berakhir pada 15 Agustus 2020. Ki Ageng Rangga Sasana juga mengklaim bahwa Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Bank Dunia didirikan di Gedung Isola, Bandung.
Tak ketinggalan, Rangga Sasana mengaku kelompok Sunda Empire memiliki dana US$500 juta. Pengadilan Negeri (PN) Bandung kemudian memvonis Rangga dan para petingginya, yakni Nasri Banks dan Ratna Ningrum, dengan hukuman dua tahun penjara dalam kasus menyiarkan informasi bohong hingga membuat keonaran.
Usai bebas, Rangga tak berhenti membuat komentar unik. Tema-tema tatanan dunia dan teori konspirasi global jadi andalannya. Pada 2021, Rangga pernah mengklaim Amerika Serikat dimerdekakan oleh Banten. Indikasinya, Kata ‘Sam’ dalam julukan AS, Paman Sam, yang menurutnya merupakan akronim dari Sultan Abdul Mufakir asal Banten.
Kepergiannya pun diartikan secara satir oleh warganet bahwa dunia sedang dalam kondisi gawat. Selain itu ada pula warganet yang berguyon bahwa kepergian Rangga ditandai dengan beberapa insiden, seperti bom di Polsek Astana Anyar, Bandung, hingga erupsi di Gunung Semeru.
“Lord Rangga mati ada bomb, sebelum mninggal semeru erupsi, bener- bener alam pun menunjukan tanda-tandanya,” celoteh @tidurdurr. (Ukhti Muti’ah)






