Warga Rusia tengah mengumpulkan dana untuk melengkapi kebutuhan para tentara yang dikerahkan ke Ukraina saat musim dingin semakin dekat di medan perang. Pasukan Rusia mengeluh dan mengatakan bahwa mereka kekurangan perlengkapan dasar, yang akhirnya pesan tersebut terdengar oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Dilansir dari edition.cnn.com, Putin dan para pejabat Rusia lainnya menyatakan bahwa mereka tengah mengatasi masalah persediaan untuk para pasukan yang baru dimobilisasi ke Ukraina, sebagian dengan perombakan dalam rantai pasokan. Namun, Kremlin juga meningkatkan tekanan bagi mereka yang mengeluh, dan semakin membingkai invasi ke Ukraina sebagai tujuan patriotik dan hampir eksistensial.
Presiden Putin berkata pada hari Rabu, bahwa upaya mobilisasi harus dimodernisasi setelah munculnya laporan dari draf parsial di musim gugur yang mengungkapkan adanya permasalahan. “Mobilisasi parsial yang dilakukan mengungkapkan masalah-masalah tertentu, hal itu diketahui semua orang, dan harus segera ditangani,” ujar Putin dalam pertemuan dengan para kepala pertahanan Rusia.

Putin sendiri juga mengadakan pertemuan dengan para keluarga tentara di Kremlin pada akhir November, dua bulan setelah mobilisasi parsial yang banyak dikritik. Kampanye lokal untuk mengumpulkan dana bagi tentara tengah berlangsung di Rusia dan Republik Rakyat Donetsk (DPR) di Ukraina Timur.
Salah satu kampanye dengan julukan “Together is Warmer” telah berhasil mengumpulkan 3 juta rubel (sekitar Rp 701,8 juta) untuk menyediakan peralatan dan pakaian dasar bagi tentara Rusia.
Banyak permohonan yang berfokus pada pencegahan hipotermia diantara tentara yang bertempur tanpa pakaian dan tempat berlindun yang memadai dalam suhu di bawah nol. Namun, beberapa juga membutuhkan perangkat citra termal, radio dua arah, pelindung tubuh, dan bahkan drone.
Kremlin melaporkan bahwa sekitar 150.000 orang telah dikirimkan, dan menjadi tantangan bagi rantai pasokan Rusia yang tidak pernah menjadi bintang. Reporter Rusia, Vera Desyatova, pada awal bulan ini bertanya kepada Putin terkait dengan kekurangan persediaan tersebut dalam konferensi pers.
Desyatova mengatakan “aliran pesan dari para pejuang di garis depan tidak berhenti, permintaan datang ke militer, kepada para sukarelawan,” untuk seraga, obat-obatan, dan perlengkapan lainnya.






