Hujan Salju Lebat Di Jepang, Menewaskan 17 Orang Dan Melukai Lebih Dari 90 Orang

Hujan salju lebat di Jepang, mengakibatkan sekitar 17 orang tewas dan lebih dari 90 orang mengalami luka. (Photo: AP Photo/Kyodo News)
0 0
Read Time:1 Minute, 42 Second

Di bagian utara dan beberapa wilayah lainnya di Jepang, telah terjadi hujan salju lebat yang menewaskan sedikitnya 17 orang dan lebih dari 90 orang lainnya mengalami luka-luka selama akhir pekan Natal, menurut pernyataan dari pihak berwenang.

Dilansir dari edition.cnn.com, pada hari Sabtu, menurut seorang pejabat Badan Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jepang, melaporkan bahwa seorang wanita berusia 70-an meninggal setelah terkubur di bawah salju yang jatuh dari atap di kota Nagai, prefektur Yamagata, yang di mana salju dikabarkan telah menumpuk lebih tinggi dari 80 cm.

Pejabat cuaca mengatakan, beberapa wilayah di Jepang, terutama di sepanjang pantai barat, tengah dilanda salju lebat dikarenakan musim dingin yang kuat. Hal itu membuat kendaraan terdampar di jalan raya dan menunda layanan pengiriman sejak pertengahan Desember.

Badan Meteorologi Jepang berkata, hujan salju di beberapa wilayah telah terakumulasi pada tingkat yang jauh di atas rata-rata.

Jepang tengah dilanda cuaca ekstrim selama beberapa tahun terakhir. (Photo: AP Photo/Kyodo News)

Dalam beberapa tahun terkahir, Jepang mengalami kondisi cuaca yang semakin buruk. Iklim Jepang sebagian besar beriklim sedang namun bervariasi dari utara ke selatan.

Pada bulan Desember, badai salju parah melanda wilayah bagian timur laut seperti Hokkaido, sedangkan untuk sebagian wilayah selatan mengalami hujan lebat akibat topan dahsyat yang terjadi di bulan September. Dan di bulan Juni, Tokyo mengalami gelombang panas yang melewati rekor 40 derajat celcius.

Dilansir dari theguardian.com, salju tebal juga dlaporkan telah menghancurkan menara transmisi tenaga listrik di pulau utama paling utara Jepang, mengakibatkan sekitar 20.000 perumahan warga mengalami pemadaman listrik pada pagi hari Natal, meskipun menurut Kementerian Ekonomi dan Industri Jepang, di beberapa wilayah listrik telah pulih kembali.

Puluhan penerbangan dan layanan kereta api di Jepang utara, diberhentikan sementara pada hari Minggu, namun, Kementerian Transportasi mengatakan bahwa sebagian besar layanan telah dilanjutkan.

Akibat adanya cuaca ekstrim seperti ini, di Niigata, mengakibatkan para pembuat kue beras ketan atau biasa disebut dengan mochi, yang merupakan makanan pokok untuk perayaan tahun baru mengalami penundaan pengiriman dan mengatakan bahwa kemungkinan besar mochi mereka tidak sampai ke pelanggan tepat waktu.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today