Kepala dari Grup Wagner tentara bayaran milik Rusia, mengklaim telah mengambil kendali atas kota pertambangan garam Soledar di Ukraina timur, namun, ketidakpastian tetap ada di tengah pertempuran yang masih berlanjut di pusat kota.
Dilansir dari aljazeera.com, selama berhari-hari Soledar tengah menjadi fokus pertempuran sengit selama berhari-hari karena Rusia memandangnya sebagai kunci untuk melaksanakan kampanyenya dalam merebut kota strategis terdekat Bakhmut dan wilayah Donbas di Ukraina Timur yang lebih besar.
Pada hari Selasa kantor berita Rusia melaporkan pernyataan dari Kepala Wagner, Yevgeny Prigozhin, yang merupakan sekutu dekat dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, bahwa, “unit Wagner menguasai seluruh wilayah Soledar. Sebuah kuali telah terbentuk di pusat kota di mana pertempuran perkotaan sedang berlangsung.”

Prigozhin menambahkan bahwa, “jumlah tahanan akan diumumkan besok.” Prajurit Ukraina yang dikepung telah diberikan ultimatum untuk menyerah pada tengah malam, menurut Grup Wagner melalui Telegram. Soledar berjarak sekitar 15 km dari Bakhmut, dan perebutannya akan memiliki nilai simbolis, militer, dan komersial bagi Rusia.
Kantor berita milik Rusia, RIA, melaporkan bahwa Grup Wagner telah mengambil alih tambang garam Soledar setelah terjadinya “pertempuran sengit”, dan Prigozhin membagikan sebuah foto dirinya dikelilingi oleh tentaranya di salah satu tambang.
Institute for the Study of War, mengungkapkan kehati-hatiannya tentang klaim dari Rusia. “Pasukan Rusia belum merebut keseluruhan #Soledar meskipun ada klaim palsu Rusia bahwa #Bakhmut berisiko dikepung dalam waktu dekat,” ujarnya dalam sebuah cuitan di Twitter.
Pada pidato di hari Selasa, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, tidak menyebutkan kontrol Soledar, ketika dia mengulangi seruannya untuk lebih banyak senjata Barat.
Namun, Kementerian Pertahanan Ukraina memberikan pertanyaan melalui Twitter pada Selasa malam, “bahkan setelah menderita kerugian kolosal, Rusia masih secara gila-gilaan berusaha merebut Soledar, rumah bagi tambang garam terbesar di Eropa.”
Moskow menyatakan bahwa merebut Bakhmut akan menjadi langkah penting dalam mengambil kendali penuh atas wilayah Donetsk Ukraina, yang merupakan salah satu dari empat provinsi yang diklaim telah dianeksasi dua bulan lalu.






