Langkah Vladimir Putin Ganti Komandan Tertinggi Rusia di Ukraina

Langkah Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengganti komandan tertinggi untuk pasukan Moskow di Ukraina dinilai menjadi tanda kekacauan militer. (Photo : Dok. Sergey FADEICHEV/Sputnik/AFP)
0 0
Read Time:1 Minute, 50 Second

Langkah Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengganti komandan tertinggi untuk pasukan Moskow di Ukraina dinilai menjadi tanda kekacauan militer. Langkah itu juga mengisyaratkan ketidaksabaran Putin yang semakin besar dalam perang yang sulit dimenangkan Rusia di Ukraina.

Seperti dilansir AFP, Jumat (13/1/2023), Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan pada Rabu (11/1/2023) bahwa pihaknya sekali lagi mengganti komandan tertinggi di Ukraina.

Dengan menempatkan Kepala Staf Angkatan Darat Valery Gerasimov sebagai penanggung jawab pasukan Rusia dalam konflik di Ukraina.

Pendahulunya, Sergei Surovikin, yang merupakan veteran perang Rusia sejak invasi Uni Soviet ke Afghanistan akan menjadi wakil untuk Gerasimov.

Surovikin akan bekerja dengan dua jenderal lainnya, Oleg Salyukov dan Alexei Kim.

Para pengamat Rusia dan Barat menyebut langkah itu menjadi pertanda bahwa Putin semakin jengkel dengan perlawanan Ukraina, juga dengan adanya rentetan kesalahan dalam komando militer Rusia yang menghadapi tuntutan sulit.

Mencakup kemungkinan peluncuran serangan besar-besaran dalam beberapa pekan ke depan.

Sergei Surovikin, yang merupakan veteran perang Rusia sejak invasi Uni Soviet ke Afghanistan akan menjadi wakil untuk Gerasimov. (Photo : AFP/SERGEI GUNEYEV)

Disebutkan seorang analis pertahanan yang berbasis di Moskow, yang enggan disebut namanya, bahwa langkah terbaru Putin itu menunjukkan hal-hal tidak berjalan sesuai dengan rencana.

Di bawah kepemimpinan Surovikin yang menjadi komandan tertinggi di Ukraina selama tiga bulan.

Pasukan Rusia melancarkan rentetan serangan rudal terhadap infrastruktur energi Ukraina bertujuan membuat warga sipil tunduk.

Namun tampaknya strategi itu tidak berhasil, yang semakin membuat Rusia frustrasi.

Moral tentara Rusia mengalami tamparan keras saat Moskow menderita kekalahan militer akibat serangan tunggal pasukan Kiev yang menewaskan sedikitnya 89 personel militer di Makiivka, Ukraina bagian timur, pada malam Tahun Baru.

Sangat singkatnya kepemimpinan Surovikin, menurut para pengamat, menunjukkan ketidaksabaran Putin yang semakin besar.

Meskipun beberapa pakar mengakui bahwa motif di balik pengambilan keputusan yang tidak jelas dari penguasa Kremlin seringkali sulit untuk diukur sepenuhnya.

Di sisi lain, sejumlah analis juga mempertanyakan kebijaksanaan.

Dalam perubahan penting di pucuk pimpinan saat pertempuran terus berlanjut di Ukraina, terutama di Bakhmut.

Inkonsistensi dalam mengganti kepala operasi di tengah pertempuran.

Itu tidak memberikan sinyal yang baik untuk membuat keseluruhan hierarki dari atas ke bawah tidak seimbang,” sebut peneliti soal Rusia pada forum think-tank hubungan internasional Prancis, IFRI, Tatiana Kastoueva-Jean, kepada AFP. (Ukhti Muti’ah)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today