Jajak Pendapat Baru mengatakan bahwa mayoritas besar masyarakat Brasil telah mengutuk kerusuhan yang baru-baru ini terjadi dan serangan terhadap gedung-gedung pemerintah federal, beberapa masyarakat menyatakan bahwa mantan Presiden Jair Bolsonaro setidaknya bertanggung jawab atas kerusuhan tersebut.
Dilansir dari edition.cnn.com, Pada hari Rabu, perusahaan Jajak Pendapat, Datafolha, memberitahukan angka-angka baru yang menunjukkan bahwa 93% masyarakat Brasil mengutuk serangan terhadap kongres, Istana Kepresidenan, dan gedung Mahkamah Agung, dan hanya 3% yang memberikan dukungannya.
Hari Minggu, para demonstran yang mendukung Bolsonaro mengepung gedung-gedung federal di ibu kota Brasilia, memberikan seruan agar militer turun tangan dan menggulingkan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, yang kembali berkuasa setelah 12 tahun absen menyusul kemenangan tipis atas Bolsonaro pada bulan Oktober lalu.
55% masyarakat Brasil menyatakan bahwa Bolsonaro setidaknya bertanggung jawab atas serangan yang dilakukan oleh para pendukungnya, sedangkan 39% mengatakan bahwa Bolsonaro tidak dapat dimintai pertanggungjawaban.

Jajak Pendapat tersebut menyampaikan, 46% berpikir bahwa semua yang terlibat dalam kerusuhan ini harus dipenjara, dan 9% berkata tidak ada yang harus dipenjara.
Pada hari Kamis, Lula da silva menungkapkan bahwa beberapa polisi militer Distrik Federal, termasuk ibu kota Brasilia, dan angkatan bersenjata telah berkolusi dengan para demonstran pada saat mereka memasuki Kongres, Istana Kepresidenan, dan Mahkamah Agung.
Pada saat konferensi pers berlangsung di Istana Presiden, Lula da Silva menyampaikan kepada wartawan bahwa pemerintahannya akan melakukan penyelidikan kepada agen-agen publik yang dicurigai mendukung dan membantu para demonstran.
“Saya menunggu debu mengendap. Saya ingin melihat semua rekaman yang direkam di dalam Mahkamah Agung, di dalam istana. Ada banyak orang yang terlibat dalam hal ini. Ada banyak dari MP (polisi militer), banyak dari angkatan bersenjata yang terlibat,” ujar Lula da Silva.
Lula da Silva menambahkan bahwa, “saya yakin bahwa pintu istana Planalto terbuka bagi orang-orang ini untuk masuk karena tidak ada pintu yang rusak. Itu berarti seseorang memfasilitasi mereka masuk ke sini. Kami akan menyelidiki dengan sangat tenang dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.”






