Pada hari Senin (23/2/2023) Demo unjuk rasa mengencam soal pembakaran kitab suci Al-Quran berlangsung depan Kedubes Swedia di Baghdad, Irak.
Oleh karena itu, pembakaran Al-quran dilakukan oleh politikus sayap kanan Swedia menimbulkan kemarahan serta kecaman di berbagai penjuru negara mayoritas muslim.

Maka dari itu, aksi pembakaran diklaim oleh Swedia sebagai bagian dan praktik kebebasan berekspresi telah menyakiti jutaan umat islam, sudah mencederai toleransi sikap yang tidak saling menghormati pemeluk agama masing-masing.
Tidak hanya di Irak, para pendukung partai Liga Muslim Markazi Pakistan melakukan aksi unjuk rasa untuk memprotes aksi pembakaran Al-Quran dilakukan seorang anti islam.
Salah satu warga membawa spanduk bertuliskan ‘We Love Al-Qur’an, para warga tidak terima yang dilakukan oleh Ramus Paludan.
Sejumlah anak-anak memegang Al-Qur’an sembari menginjak bendera Swedia, dan Bendera Swedia juga dibakar oleh massa aksi yang marah.
Tidak hanya itu, sebuah boneka yang berwajah Rasmus Paludan juga dibakar oleh para warga muslim Pakistan.







