Pada hari Senin, telah terjadi gempa bumi berkekuatan 7,8 SR di Turki selatan, yang mengakibatkan tewasnya 1.000 orang lebih, menurut laporan CNN. Gempa bumi yang terjadi di Turki selatan itu terasa hingga ke Siprus, Lebanon, dan Suriah, menghancurkan puluhan bangunan dan memicu pencarian para korban di bawah puing-puing jalanan yang tertutup salju.
Dilansir dari reuters.com, pihak berwenang di Turki telah mengirimkan tim penyelamat serta pesawat-pesawat yang membawa bantuan berupa persediaan ke wilayah sekitar Kahramanmaras, seraya mengumumkan “alarm level 4” untuk meminta bantuan internasional.
Para pejabat menyatakan bahwa saat ini jumlah korban tewas setidaknya 23 orang di wilayah Malatya, 17 orang di Sanliurfa, enam orang di Diyarbakir, dan lima orang di Osmaniye. Media pemerintah mengungkapkan bahwa sekitar 42 orang tewas di seberang perbatasan Suriah.

Erdem, seorang warga yang tinggal di wilayah Gaziantep, Turki, yang menolak untuk memberitahukan namanya, mengatakan, “saya tidak pernah merasakan hal seperti ini selama 40 tahun saya hidup.”
Ia menambahkan bahwa saat itu masih sangat gelap untuk melihat kerusakan-kerusakan apa yang telah terjadi.
Melalui telepon, Erdem menyampaikan, “semua orang duduk di dalam mobil mereka, atau mencoba mengemudi ke tempat terbuka yang jauh dari bangunan.” “Saya membayangkan tidak ada seorang pun di Gaziantep yang berada di rumah mereka sekarang.”
Menurut salah seorang saksi Reuters di Diyarbakir, melaporkan, guncangan gempa berlangsung sekitar satu menit dan telah menghancurkan jendela-jendela.
Diketahui Diyarbakir memiliki jarak sekitar 350 kilometer ke arah timur, yang dimana seorang pejabat keamanan mengungkapkan bahwa sekitar 17 bangunan telah runtuh.
Pejabat setempat juga menyampaikan sekitar 16 bangunan di Sanliurfa dan 34 bangunan di Osmaniye hancur akibat gempa bumi tersebut.
Suleyman Soylu, selaku Menteri Dalam Negeri, memberikan pernyataan kepada wartawan, bahwa, “tugas utama kami adalah melakukan pencarian dan penyelamatan dan untuk melakukan itu semua tim kami dalam keadaan siaga.”
Getaran gempa dikabarkan juga terasa semalaman di Ankara, berjarak 460 kilometer barat laut dari pusat gempa, serta di wilayah Siprus, yang dimana pihak kepolisian melaporkan tidak adanya kerusakan di daerah tersebut.
Kepala badan bantuan Bulan Sabit Merah Turki, Kerem Kinik, yang mengumumkan seruan untuk donor darah, mengatakan kepada Haberturk, bahwa, “gempa bumi terjadi di wilayah yang kami takutkan. Ada kerusakan serius yang meluas.”





