Timur laut Amerika Serikat dan Kanada selama akhir pekan, tengah dilanda oleh kombinasi yang berbahaya antara suhu dingin dengan angin kencang, yang dimana perpaduan tersebut menciptakan sebuah kondisi yang sangat dingin dan mematikan akibat hembusan angin Kutub Utara.
Dilansir dari aljazeera.com, pada hari Sabtu, Gunung Washington di New Hampshire, mencatat suhu angin dingin, dengan mengukur bagaimana efek dari perpaduan antara udara dan angin terasa di kulit. Tercatat sebesar -78C, menjadi suhu terendah yang pernah terjadi di Amerika Serikat.
Menurut Mount Washington Observatory, dilaporkan suhu di puncak gunung mencapai -44C dengan hembusan angin hampir mendekati 160 kilometer per jam.
Cuaca ekstrem ini dimulai saat udara dingin mengumpul di atas tanah yang tertutup salju di Kutub Utara, dan jet stream, sebuah arus yang bergerak di bagian tengah dan atas atmosfer, membuat sekumpulan udara dingin tersebut terdorong menuju ke Amerika Serikat dan Kanada.
Ledakan Arktik yang disebut Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat sebagai “massa udara yang sangat dingin yang biasanya berasal dari Wilayah Siberia di Asia, menyeberangi Kutub Utara menuju Kanada dan mendorong ke selatan dan timur ke Amerika Serikat bagian bawah”.
Pada saat udara Arktik terdorong ke udara yang lebih hangat dan lembap, sistem tersebut dengan cepat berkembang menjadi sebuah cuaca yang serius, termasuk “siklon bom”, badai yang berkembang dengan cepat saat tekanan atmosfer turun drastis dalam waktu 24 jam.
Berdasarkan pernyataan dari Environment Canada, peringatan terkait angin dan suhu dingin ekstrem telah diberlakukan di sejumlah besar wilayah Kanada Atlantik, termasuk Nova Scotia, New Brunswick, Newfoundland, dan Labrador, serta kota-kota besar seperti Montreal dan Toronto juga tengah dalam peringatan suhu dingin ekstrem.

Sebagian besar wilayah perkotaan telah mengambil langkah-langkah darurat untuk membantu para warga, termasuk membuka pusat-pusat penghangatan untuk memastikan para tunawisma terlindungi dari hawa dingin yang brutal.
Barbara Trevisan, yang merupakan seorang juru bicara, mengatakan bahwa di Boston, Pine Street Inn, sebuah penyedia layanan tunawisma terbesar di New England, pada hari Jumat, telah meningkatkan jumlah mobil van yang berkeliling di sekitar jalanan kota.
Trevisan mengungkapkan bahwa, “mereka mulai keluar pada awal minggu ini untuk memperingatkan orang-orang bahwa cuaca akan menjadi sangat ekstrem.”
Maura Healey, selaku Gubernur Massachusetts, telah memerintahkan terminal kereta api, South Station, agar tetap buka sebagai tempat penampungan darurat. Sekitar 50 hingga 60 tunawisma bermalam di dalam stasiun, menurut Trevisan.






