Senin, (6/2/2023), Liga Premier Inggris merilis pernyataan yang mengejutkan atas penyelidikan selama empat tahun terhadap laporan keuangan klub Manchester City.
Dari hasil penyelidikan the citizenz didakwa atas kasus pelanggaran Financial Fair Play selama sembilan tahun Klub milik Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan dari Uni Emirat Arab itu, diduga telah lama melanggar peraturan dan dinyatakan melanggar lebih dari seratus peraturan.
Pihaknya dituduh telah memanipulasi laporan dan memberikan informasi yang tidak jujur.
Kasus City sedang dipelajari oleh komisi independen yang menganalisis angka keuangan klub itu sejak 2009. Setelah penyelidikan, Liga Premier telah mempublikasikan temuan mereka.

Dari hasil tersebut temuannya telah dikirim ke komite independen untuk keputusan akhir Liga Premier menilai pihaknya gagal memberikan catatan keuangan yang orisinil antara lain terkait pendapatan sponsor yang diperoleh klub, biaya operasional klub, dan remunerasi manajer serta pemain.
Dari kasus ini, serangkaian hukuman bisa diterima Manchester City. Mulai dari pengurangan poin, hukuman degradasi dari liga premier, larangan transfer pemain, larangan pendaftaran pemain, denda yang besar, hingga pencopotan gelar Liga Inggris yang mereka raih.
Respon dari beberapa klub di Liga juga telah menyatakan sikap bahwa jika terbukti melanggar aturan selama 9 musim, mereka menginginkan agar Manchester city didepak dari liga inggris.
Sementara itu, seandainya gelar juara Liga Inggris Manchester City dicabut, dalam periode 9 tahun terakhir akan diberikan kepada runner up pada saat the citizen meraih gelar juara yaitu :
- 2011/12 : Manchester united
- 2013/14 : Liverpool
- 2017/18 : Manchester united
Tidak berhenti disitu, Pep Guardiola selaku nahkoda tim besar kemungkinan akan langsung mengeluarkan diri dari kursi kepelatihan. Seperti yang pernah diungkapkannya pada mei 2022 lalu :
“jika mereka (board city) berbohong padaku, besoknya aku tidak ada disini. Aku akan keluar dan tidak akan menjadi teman mereka lagi. Aku menaruh kepercayaan pada mereka 100% sejak hari pertama dan aku membela klub karena itu”.
Atas masalah yang menimpanya, melalui laman resmi mancity.com pihak klub mengeluarkan statetmentnya berbunyi :
“Manchester City FC terkejut dengan dikeluarkannya dugaan pelanggaran Peraturan Liga Inggris ini, terutama mengingat keterlibatan yang luas dan banyaknya materi terperinci yang telah diberikan kepada EPL.
Klub menyambut baik peninjauan ulang masalah ini oleh Komisi independen, untuk mempertimbangkan secara imparsial.
Bukti-bukti yang komprehensif dan tak terbantahkan yang tersedia untuk mendukung posisinya. Dengan demikian, kami berharap masalah ini dapat diselesaikan untuk selamanya.(Rifaldi Chandradinata)






