Rumah Singgah Soekarno di Padang Dirobohkan, Mencuat Wacana Pembuatan Kembali atau Direplika

Bangunan cagar budaya di Jalan A Yani no 12 Padang, Sumatera Barat, yang merupakan tempat singgah presiden Soerkarno pada masa penjajahan Belanda dirubuhkan pemiliknya. (Photo : Kompas.com/Ramadhani)
0 0
Read Time:1 Minute, 27 Second

Bangunan cagar budaya di Jalan A Yani no 12 Padang, Sumatera Barat merupakan tempat singgah presiden Soerkarno pada masa penjajahan Belanda dirubuhkan pemiliknya.

Rencananya bangunan tersebut akan dibangun untuk dijadikan restoran.

Dikuntip Kompas, pemilik rumah, Suwinto, Selasa (21/2/2023) “Bangunan tersebut sudah dirubuhkan sekitar tiga minggu yang lalu,”juga dikatakan.

“Rencanya akan dijadikan restoran sehingga bisa menghasilkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan penghasilan untuk saya pribadi,” tuturnya.

Suwinto mengaku tidak mengetahui rumah yang dibelinya pada 2017 tersebut merupakan bangunan cagar budaya.

Rencananya bangunan tersebut akan dibangun untuk dijadikan restoran. (Photo : Halbert Chaniago)

Rumah Ema Idham sendiri telah ditetapkan sebagai cagar budaya dengan No. Inventaris 33/BCB-TB/A/01/2007 berdasarkan Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Padang Nomor 3 Tahun 1998 tentang Penetapan Bangunan Cagar Budaya dan Kawasan Bersejarah di Kotamadya Padang.

Respon Kemendikbudristek

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim pun telah memberikan pernyataan kecamannya atas pembongkaran cagar budaya Rumah Ema Idham.

Dikutip dalam laman Kemdikbudristek, Nadiem mengatakan “Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya jelas mengamanatkan bahwa pemilik atau pihak yang menguasai sebuah bangunan cagar budaya bertanggung jawab akan kelestariannya”.

Wacana Pembangunan Kembali atau Replika

Anggota DPR RI, Utut Adianto mengunjungi langsung lokasi rumah singgah yang sudah rata dengan tanah.

Kemudian ia mengungkapkan akan melakukan pembangunan kembali atau replica Dikutip InfoSumbar, Kalau sudah begini (rata dengan tanah) mau gimana lagi, nanti saya kembali ke Jakarta dan mendiskusikannya dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,”.

Kepala Dinas Kota Padang, Yopi Krislopa juga mengaku bahwa berdasarkan kesepakatan dengan pemiliknya (rumah singgah), sepakat akan di bangun kembali berupa replikanya. “Kita akan membangun kembali kayak replikanya bangunan lama dan pemiliknya sudah bersedia, walaupun tempat itu akan dijadikan tempat bisnis,”. (Rifaldi Chandradinata)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today