Banjir Musiman Melanda Malaysia, 4 Orang Tewas dan Membuat 40.000 Orang Mengungsi

Dilaporkan Malaysia telah dilanda oleh banjir musiman yang mengakibatkan tewasnya empat orang dan membuat sekitar puluhan ribu orang mengungsi. (Photo: Getty Images/Mohd Rasfan via CNN)
0 0
Read Time:2 Minute, 14 Second

Dikabarkan telah terjadi banjir musiman yang melanda Malaysia dan mengakibatkan tewasnya sekitar empat orang serta lebih dari 40.000 orang kehilangan tempat tinggal. Saat ini, upaya penyelamatan tengah berlangsung di beberapa wilayah di Malaysia.

Dilansir dari edition.cnn.com, pada hari Sabtu, pihak berwenang negara bagian Johor memberikan konfirmasi bahwa di antara korban tewas merupakan seorang pria yang terjebak di dalam mobil pada saat air banjir naik dan menghanyutkan mobil tersebut.

Berdasarkan gambar-gambar yang diberikan oleh Badan Bencana Banjir Nasional, memperlihatkan para petugas penyelamat mengarungi air di beberapa daerah untuk menyelamatkan para warga yang terjebak di dalam rumah.

Para petugas penyelamat mengarungi air di beberapa daerah untuk menyelamatkan para warga yang terjebak di dalam rumah. (Photo: Shutterstock/Fazry Ismail via CNN)

Diketahui seperti banyak negara lainnya di Asia Tengggara, Malaysia sangat rentan terhadap banjir musiman, dan Singapura, yang merupakan negara tetangga dari Malaysia, sejak Februari telah dilanda oleh hujan lebat.

Pada tahun 2021, terjadi sebuah banjir hebat di Malaysia, yang menjadikannya sebagai banjir terburuk di Malaysia selama beberapa puluh tahun terakhir, mengakibatkan 54 orang tewas. Banjir hebat itu telah melanda delapan negara bagian yang membuat layanan darurat di Malaysia bekerja sangat ekstra dan memicu kritik terhadap respons pemerintah terkait bencana terssebut.

Johor, yang merupakan negara bagian terpadat kedua di Malaysia, dikatahui memiliki populasi sekitar 4 juta jiwa dan menjadi wilayah terparah yang terkena dampak banjir musim ini. Menurut para pejabat, puluhan ribu penduduk di daerah tersebut, saat ini telah berpindah ke pusat-pusat bantuan di sekolah-sekolah dan balai-balai masyarakat.

Berdasarkan pernyataan para ahli dari Departemen Meteorologi Malaysia, memperingatkan bahwa cuaca basah ini dapat berlanjut hingga bulan April mendatang.

Anwar Ibrahim, selaku Perdana Menteri Malaysia, pada hari Minggu, memberikan kabar terbaru dari Johor setelah mengunjungi para korban selamat dan pengungsi, dan ia menambahkan bahwa banjir ini merupakan masalah mendesak bagi negara dan menyampaikan bahwa pemerintah akan mempercepat penyelesaian proyek-proyek mitigasi.

Anwar mengatakan melalui Twitter bahwa, “masalah ini (banjir) tidak dapat ditunda dan harus ditangani dengan lebih serius agar tidak terulang lagi.”

Anggota dari Malaysian United Democratic Alliance (MUDA), yang merupakan sebuah parati politik di Johor, menyampaikan kepada para warga agar dapat menerima bantuan dari badan-badan penyelamat dan memberikan peringatan agar tidak menunggu lama untuk mengungsi dari rumah mereka.

“Ketinggian air sungai masih tinggi dan diperkirakan akan turun hujan lebat lagi,” ungkap Amira Aisya Abdul Aziz, selaku wakil presiden MUDA. “Jangan menunggu terlalu lama jika ketinggian air mulai naik. Pindahlah ke daerah yang lebih aman sesegera mungkin.”

Ia juga menambahkan, “Ingat: Nyawa Anda lebih berharga daripada harta benda Anda.” Amira mengungkapkan bahwa negara ini harus mengatasi masalah banjir sesegera mungkin, dan menyampaikan bahwa negara ini sangat rentan terhadap banyak bencana “dalam waktu yang singkat”.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today