Pada hari Kamis, Rusia dikabarkan telah menembakkan enam rudal hipersonik pada saat meluncurkan berbagai serangan rudal terbesarnya sejak tiga minggu terakhir, dan diketahui bahwa rudal hipersonik tersebut memiliki kemampuan untuk menghindari pertahanan udara.
Dilansir dari TheGuardian.com, menurut Volodymyr Zelensky, selaku Presiden Ukraina, rudal-rudal itu telah menghantam beberapa infrastruktur penting dan pemukiman tempat tinggal para warga di 10 daerah.
Berdasarkan laporan dari layanan darurat, sekitar enam orang di daerah Lyiv barat, 700 km dari garis depan, telah tewas dalam serangan tersebut, dan diperkirakan tiga bangunan telah hancur akibat kebakaran yang terjadi setelah serangan rudal. Para petugas penyelamat tengah melakukan penyisiran terhadap runtuhan-runtuhan bangunan untuk mencari para korban yang terjebak.
Zelensky mengungkapkan dalam sebuah pernyataan bahwa, “penjajah hanya bisa meneror warga sipil. Hanya itu yang bisa mereka lakukan. Tapi itu tidak akan membantu mereka. Mereka tidak akan menghindari tanggung jawab atas semua yang telah mereka lakukan.”

Para pejabat di Ukraina menyampaikan bahwa Moskow telah meluncurkan enam rudal hipersonik Kinzhal, dan Ukraina diketahui tidak memiliki cara untuk menghentikan rudal-rudal tersebut.
Rusia diperkirakan hanya mempunyai beberapa lusin rudal hipersonik itu, sebuah rudal yang selalu dipuji oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebagai senjata yang tidak bisa diberhentikan oleh NATO dalam pidato-pidatonya.
Pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, yang merupakan pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, terpaksa harus mengandalkan generator bertenaga diesel, yang dimana hal itu dilakukan sesaat setelah pihak berwenang di Ukraina mengumumkan bahwa serangan rudal itu telah merusak aliran listrik.
Diketahui pembangkit listrik yang telah dikuasai dan direbut oleh Rusia sejak awal perang berlangsung, berada di dekat garis depan. Kedua negara juga telah memberikan peringatan terkait adanya potensi kecelakaan nuklir di wilayah tersebut yang diakibatkan oleh peperangan.
Pada Kamis sore, Ukrenegro, yang merupakan operator jaringan listrik di Ukraina, menyampaikan bahwa persediaan listrik telah berhasil dipulihkan kembali dan pembangkit listrik beralih dari generator. Menurut para pejabat yang dilantik oleh Rusia, pemadaman sementara yang dilakukan oleh Ukraina ini merupakan salah satu bentuk dari sebuah provokasi.






