Pada hari Selasa, sebuah penelitian yang dirilis di jurnal Circulation: Cardiovascular Quality and Outcomes, menemukan bahwa menurunkan berat badan dapat membantu jantung seseorang dalam jangka panjang, bahkan apabila berat tersebut naik kembali.
Dilansir dari NBCNews.com, penemuan tersebut mungkin dapat menjadi sebuah kabar baik untuk mereka yang memiliki kesulitan dalam menjaga berat badan dan takut akan risiko yang muncul akibat kenaikan berat badan.
Di dalam penelitian terbaru ini, para ilmuwan melakukan analisis data dari 124 uji klinis dengan total partisipan lebih dari 50.000 peserta.
Para ilmuwan tersebut menemukan bahwa faktor dari risiko terkenanya penyakit jantung dan diabetes tipe 2 menurun pada orang yang melakukan penurunan berat badan melalui program perilaku yang intensif.
Dikabarkan bahwa penurunan risiko ini tetap bertahan selama bertahun-tahun setelah mereka menjalani program tersebut, walaupun beberapa orang di antaranya telah mendapatkan berat badan mereka kembali.

Susan Jebb, yang merupakan seorang profesor diet dan kesehatan populasi di University of Oxford, Inggris, serta rekan penulis, mengungkapkan dalam sebuah email bahwa, “sepanjang waktu berat badan Anda lebih rendah dari yang seharusnya, faktor risiko penyakit jantung Anda lebih rendah dari yang seharusnya.”
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, di Amerika Serikat, obesitas dan penyakit jantung merupakan penyebab kematian No. 1, dengan sekitar 697.000 orang telah meninggal akibat penyakit tersebut di tahun 2020.
Analisis terbaru ini meliputi uji coba yang memperhatikan dampak dari program manajemen berat badan perilaku, yang dimana program tersebut menyediakan, seperti konseling, pembinaan, dan pendidikan, terhadap faktor terkenanya risiko penyakit jantung dengan periode tindak lanjut setidaknya satu tahun.
Studi yang dilibatkan itu, memberikan perbandingan dari orang-orang yang berpartisipasi dalam program penurunan berat badan yang intensif dengan orang-orang yang mengikuti program yang kurang intensif atau bahkan tidak mengikuti program sama sekali.
Studi di dalam analisis ini meliputi intervensi diet atau olahraga, penggantian sebagian atau seluruh makanan, puasa intermiten atau insentif keuangan yang berhubungan pada penurunan berat badan.






