Amerika Serikat dan Filipina Telah Memulai Latihan Tahunan Militer ‘Balikatan’ Terbesar Yang Pernah Ada

Amerika Serikat dan Filipina telah memulai latihan militer terbesar yang pernah ada, yang dimana latihan tersebut meliputi latihan menembak di atas sebuah kapal yang tenggelam di Laut China Selatan. (Photo: AFP/Ted Aljibe via Philstar.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 59 Second

Amerika Serikat dan Filipina dikabarkan telah memulai latihan militer terbesar yang pernah ada, yang dimana latihan tersebut meliputi latihan menembak di atas sebuah kapal yang tenggelam di Laut China Selatan.

Dilansir dari Aljazeera.com, sekitar lebih dari 17.000 prajurit berpartisipasi dalam acara tahunan yang dikenal dengan julukan Balikatan, dengan sekitar 12.200 prajurit Amerika Serikat dan 5.400 prajurit Angkatan Bersenjata Filipina (AFP), serta perwakilan dari beberapa negara lain, termasuk di antaranya adalah Australia.

Diketahui bahwa Balikatan diambil dari bahasa Tagalog yang memiliki arti ‘bahu-membahu’. Latihan militer terbesar ini direncanakan akan berakhir pada tanggal 28 April mendatang.

Kolonel Medel Aguilar, yang merupakan seorang juru bicara AFP, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat pada minggu lalu, bahwa, “latihan Balikatan meningkatkan taktik, teknik, dan prosedur AFP dan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat di berbagai operasi militer.”

“Ini meningkatkan kemampuan kami untuk bekerja sama secara efektif dan efisien dalam menanggapi berbagai situasi krisis,” tambah Aguilar.

Lebih dari 17.000 prajurit berpartisipasi dalam acara tahunan yang dikenal dengan julukan Balikatan, dengan sekitar 12.200 prajurit Amerika Serikat dan 5.400 prajurit Angkatan Bersenjata Filipina (AFP). (Photo: US Marine Corps/Kyle Chan via BBC)

Direktur Informasi Gabungan Balikatan, Letnan Kolonel Daniel Huvane, dalam pernyataan tersebut mengungkapkan, “Balikatan memberikan kesempatan yang tak tertandingi untuk menunjukkan kekuatan dan kesiapan aliansi keamanan Filipina-Amerika Serikat.”

Huvane juga menambahkan bahwa kegiatan seperti itu merupakan sebuah “investasi penting” dalam mengasah kemampuan dari prajurit Amerika Serikat dan Filipina untuk bekerja sama dalam berbagai operasi militer.

Dilaporkan bahwa latihan Balikatan terbaru tengah berlangsung pada saat China telah mengakhiri latihan militer selama tiga hari di sekitar wilayah Taiwan, yang dimana Presiden Taiwan mengilustrasikan latihan militer itu sebagai sebuah ancaman terhadap keamanan regional, serta Jepang menyebutkan bahwa latihan tersebut adalah “intimidasi”.

Dalam beberapa tahun terakhir, Filipina telah mendapat tekanan yang semakin meningkat dari China terkait klaim ekspansif Beijing atas hampir seluruh Laut China Selatan.

Manila diketahui telah menuduh penjaga pantai China menggunakan “laser kelas militer” terhadap awak kapal angkatan laut Filipina saat sedang melaksanakan misi pasokan ulang ke Second Thomas Shoal, atau yang biasa dikenal dengan sebutan Ayungin Shoal di Filipina, di dalam Zona Ekonomi Eksklusif Filipina, pada bulan Februari lalu.

Baru-baru ini, Filipina telah setuju untuk memberikan izin kepada Amerika Serikat agar dapat mengakses lebih banyak pangkalan militernya di bawah Perjanjian Kerja Sama Pertahanan yang Disempurnakan (EDCA) antara kedua negara tersebut.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today