Akses Terputus Akibat Longsor, Karawang Dilanda Banjir Bandang

Wilayah Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat, dilanda oleh banjir bandang yang mengakibatkan sejumlah rumah rusak serta akses jalan terputus dikarenakan longsor. (Source: bekasi.tribunnews.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 49 Second

Pada hari Selasa, 19 November 2024, wilayah Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat, dilanda oleh banjir bandang yang mengakibatkan sejumlah rumah rusak serta akses jalan terputus dikarenakan longsor.

Mahpudin, selaku Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, mengungkapkan bahwa banjir bandang tersebut berasal dari Sungai Cigentis, Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru.

Diketahui bahwa peristiwa banjir bandang ini terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi di Pegunungan Sanggabuana mulai pukul 16.00 WIB.

“Air meluap mengakibatkan longsor di sisi kali Cigentis, sehingga akses jalan dari pertigaan Parakanbadak Mekarbuana ke arah Mako Denharrahlat tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, tetapi masih bisa dilalui kendaraan roda dua,” kata Mahpudin saat dihubungi pada Rabu (20/11/2024), dikutip dari bandung.kompas.com.

Hujan deras tersebut diketahui juga mengakibatkan longsornya sebuah tebing yang menutup akses jalan dari Parakanbadak kampung Turis menuju Jayanti. (Source: Warta Kota)

Dilansir dari bandung.kompas.com, hujan deras tersebut diketahui juga mengakibatkan longsornya sebuah tebing yang menutup akses jalan dari Parakanbadak kampung Turis menuju Jayanti.

Akibatnya, jalan tersebut tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat dan hanya kendaraan roda dua yang diperbolehkan untuk melintas.

“Alat berat sudah diturunkan. Namun, untuk jalan akses Parakanbadak ke Mako Denharrahlat Kostrad, belum bisa dilewati kendaraan roda empat dan masih memerlukan waktu,” tambah Mahpudin dalam laman bandung.kompas.com.

Diketahui bahwa akibat banjir tersebut 71 rumah dilaporkan mengalami kerusakan, yang di mana terdiri dari 5 rumah rusak ringan, 7 rumah rusak sedang, serta 59 rumah rusak berat.

Dikabarkan bahwa sebanyak 227 warga dari 71 keluarga terkena dampak banjir tersebut, dan 16 warga dari empat keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Total kerugian yang diakibatkan oleh bencana banjir bandang ini diperkirakan mencapai Rp 549 juta.

Pemerintah setempat telah mengerahkan tim untuk melakukan pengecekan lapangan, assessment, serta penanganan dengan menggunakan alat berat.

Selain itu, bencana banjir bandang yang melanda wilayah selatan Karawang diketahui juga diakibatkan oleh meluapnya Sungai Cipatujah dan Cidoro.

Mahpudin memperingatkan warga agar dapat meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan, mengingat saat ini sudah mulai memasuki musim hujan.

“Terutama bagi mereka yang berada di sepanjang bantaran aliran sungai dan di lokasi yang memiliki kecuraman. Namun, tetap tenang dalam menghadapinya dan terus berdoa kepada Allah SWT untuk keselamatan warga Karawang,” tutupnya, dilansir dari bandung.kompas.com.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today