Diduga Seorang Pemilik Panti Asuhan di Surabaya telah Lakukan Pencabulan Terhadap Anak Asuhnya

Seorang pemilik panti asuhan di Surabaya diduga telah melakukan pencabulan terhadap sejumlah anak asuhnya. (Source: ANTARA/HO)
0 0
Read Time:1 Minute, 34 Second

Dilaporkan bahwa seorang pemilik salah satu panti asuhan yang berlokasi di Surabaya diduga telah melakukan pencabulan terhadap sejumlah anak asuhnya. Kasus tersebut saat ini tengah dalam proses penyelidikan pihak Polda Jawa Timur.

Dikabarkan bahwa terduga pelaku merupakan seorang pria berusia 61 tahun, dengan inisial NK. Perbuatan yang telah dilakukan oleh NK itu diketahui pada saat setelah salah seorang anak dari panti asuhan tersebut kabur dan melaporkannya kepada S, 41 tahun.

Tim Unit Konsultasi dan Bantuan Hukum atau UKBH Fakultas Hukum Universitas Airlangga saat ini tengah mendampingi korban. (Source: Mili.id/Bejo)

Dilansir dari tempo.co, Sapta Aprilianto, selaku kuasa hukum korban, mengungkapkan bahwa kliennya adalah seorang anak perempuan yang tengah berusia 15 tahun. Pada saat aksi pencabulan tersebut dilakukan, korban tidak kuasa melawan.

“Jadi ini relasi kuasa. Korban di bawah kekuasaan pelaku,” kata Sapta kepada awak media di Surabaya, Jumat 31 Januari 2025, dikutip dari tempo.co.

Sapta mengatakan bahwa saat ini hanya baru ada satu korban yang memberikan laporan, tetapi, pihaknya masih akan terus mencari korban yang lain. Terlebih bahwa korban telah mengaku terdapat sejumlah anak panti asuhan yang kabur.

Sapta mengungkapkan bahwa menurut pelapor, panti asuhan ini tidak mempunyai legalitas. Tetapi, saat ini pihaknya masih melakukan konfirmasi terkait hal tersebut kepada Dinas Sosial.

Tim Unit Konsultasi dan Bantuan Hukum atau UKBH Fakultas Hukum Universitas Airlangga saat ini tengah mendampingi korban.

Diketahui bahwa korban juga bakal mendapatkan pendampingan psikis agar dapat mengobati rasa trauma yang telah dialaminya.

Pada hari Kamis, 30 Januari 2025, kejadian ini telah dilaporkan ke Polda Jatim. “Kami harap Polda Jatim bisa mengusut tuntas kasus ini,” ucap Sapta, dalam laman tempo.co.

Kombes Dirmanto, selaku Humas Polda Jatim, menyatakan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

Dirmanto diketahui telah membenarkan bahwa korban kejadian itu kemungkinan berjumlah lebih dari satu orang. “Kami masih mendalami. Kemungkinan korban lebih dari satu orang,” ujar Dirmanto, dilansir dari tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today