Produksi Tembakau Sintetis Sebesar Rp 350 M, Pabrik Narkoba Terselubung di Sentul City Dibongkar Polisi

Sebuah pabrik narkoba terselubung di perumahan Sentul City, Kabupaten Bogor, dibongkar oleh Polres Bogor. (Source: Istimewa)
0 0
Read Time:2 Minute, 37 Second

Dilaporkan bahwa sebuah pabrik narkoba terselubung atau clandestine laboratory yang di dalamnya memproduksi narkotika dengan jenis tembakau sintetis, di perumahan Sentul City, Kabupaten Bogor, telah dibongkar oleh Polres Bogor.

Pihak kepolisian diketahui telah melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa narkotika dengan berat satu ton dan siap edar.

Dikabarkan bahwa dalam penggerebekan tersebut, pihak kepolisian telah mengamankan dua pelaku yang memiliki peran sebagai peracik, yakni HP serta AA.

Pihak kepolisian diketahui telah menyita barang bukti berupa narkotika dengan berat satu ton dan siap edar. (Source: RRI.co.id/YF)

Tetapi, dua orang yang mengendalikan pabrik tembakau sintetis tersebut saat ini masih buron. Pihak kepolisian diketahui telah memasukkan nama dari kedua orang itu dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO.

Dilansir dari tempo.co, selain melakukan penyitaan terhadap tembakau sintetis seberat satu ton, dalam pengungkapan clandestine laboratory tersebut pihak kepolisian juga telah menemukan barang bukti lainnya berupa 125 botol spray MDMB Inaca.

“Ini menjadi yang terbesar di wilayah Jawa Barat. Dua orang DPO, sebagai pengendali. Sedang kami kejar hingga ke atasnya dan siapa yang jadi pemodal,” kata Kepala Polres Bogor Ajun Komisaris Besar Rio Wahyu Anggoro di Sentul City, Rabu, 5 Februari 2025, dikutip dari tempo.co.

Rio menjelaskan bahwa pembongkaran pabrik narkoba besar tersebut diawali dengan adanya laporan yang diberikan oleh masyarakat sekitar mengenai sebuah kompleks perumahan yang merasa curiga terhadap aktivitas dari warga baru di wilayahnya.

Dikabarkan bahwa ketika pendalaman serta penyelidikan telah selesai dilakukan, pada Senin dini hari, petugas langsung melaksanakan pembongkaran praktek produksi narkotika tersebut. Pabrik narkotika terselubung itu diduga kuat telah beroperasi selama satu bulan lamanya.

Rio mengungkapkan, dalam pembongkaran pabrik narkoba tersebut, pihak kepolisian telah menemukan jenis baru dari tembakau sintetis yaitu spray MDMB Inaca.

Dilaporkan bahwa jenis baru narkotika tersebut adalah sebuah cairan yang di mana penggunaannya dilakukan dengan cara disemprotkan ke rokok ataupun tembakau, sehingga dapat memiliki rasa yang lebih kuat dibandingkan ganja.

“Ini modus baru, tapi jenis lama. Cairan ini di kemas dalam botol spray, penggunaannya disemprotkan ke rokok. Namun rasanya lebih kuat dari ganja,” ujar Rio, dalam laman tempo.co.

Dalam pembongkaran clandestine laboratory ini, total dari seluruh barang bukti yang telah diamankan oleh pihak kepolisian mencapai sebesar Rp 350 miliar jika dirupiahkan, serta dapat merusak hingga 5 juta orang.

Brigadir Jendral Mukti Juarsa, selaku Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, menyatakan bahwa modus operandi dari clandestine lab yang berada di Sentul city Bogor itu sama seperti pabrik narkotika di wilayah Kota Malang yang telah dibongkar oleh pihak kepolisian pada bulan Juni 2024.

Diketahui bahwa para pelaku menyewa sebuah rumah yang berada di tengah-tengah pemukiman penduduk agar dapat menyamarkan pabrik narkoba tersebut.

“Jadi kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, kalau ada warga baru dan apalagi mengontrak dan dia tidak bersosialisasi harap menaruh curiga. Kalau mereka tertutup dan dirasa melakukan hal mencurigakan, segera melapor ke polres atau polsek terdekat. Sama sama kita berantas narkoba dan segala jenis kejahatan,” kata Mukti, dikutip dari tempo.co.

Akibat perbuatan yang telah dilakukannya, para pelaku disangka telah melanggar pasal 114 ayat 2, pasal 112 dan 113 ayat 2 Undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Para pelaku pabrik narkoba terselubung ini terancam untuk dijatuhi hukuman mati atau penjara 20 tahun.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today