Saat puncak arus balik Lebaran Idul Fitri 2025, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni melaporkan jumlah pemudik yang meninggalkan Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung, mencapai 127.853 orang dalam waktu 24 jam.
Syamsudin, General Manager ASDP Cabang Bakauheni, menjelaskan bahwa jumlah pemudik tersebut termasuk baik penumpang pejalan kaki maupun penumpang di atas kendaraan.
“Untuk total penumpang pejalan kaki sebanyak 13.737 orang, sedangkan penumpang yang berada di atas kendaraan berjumlah 114.116 orang,” ujar Syamsudin pada Minggu (6/4).
Selama arus balik, pihak ASDP mengoperasikan 44 unit kapal dan melakukan 132 perjalanan (trip) setiap hari.
Selama periode tersebut, Pelabuhan Bakauheni juga digunakan untuk mengangkut 35.100 kendaraan dari Sumatera ke Jawa.
Kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga bus penumpang diangkut.

Selain itu, lonjakan arus balik telah terlihat sejak siang hari, menurut pantauan Lampung Geh.
Ribuan orang membawa pejalan kaki ke pelabuhan, dan sepeda motor memenuhi kantong parkir dermaga.
Selain itu, kemacetan mengganggu lalu lintas kendaraan menuju pelabuhan. Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) memiliki panjang sekitar 2 kilometer untuk kendaraan dari Gerbang Tol Bakauheni Selatan hingga gerbang utama Pelabuhan Bakauheni.
Kemacetan terjadi di Jalan Lintas Sumatera, juga dikenal sebagai Jalinsum, sepanjang satu kilometer menuju pelabuhan.






