Diminta kepada Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, untuk menyelenggarakan seminar politik yang berfokus pada pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno.
Ita Fatia Nadia, seorang sejarawan dan aktivis, menyampaikan permintaan ini dalam diskusi “Warisan Bung Karno untuk Asia-Afrika dan Keadilan Sosial Global” pada hari Sabtu, 26 April 2025, di Kantor DPP PDI-P di Jakarta.
“Maka saya pada kesempatan yang baik ini, ingin bicara ke Ibu Megawati, tolong adakan kursus politik persisnya adalah pikiran-pikiran Soekarno, khususnya untuk perempuan,” ujar Ita, dalam acara diskusi.
Menurut Ita, pada tahun 1945, ibunya secara teratur mengikuti seminar politik yang diadakan Soekarno seminggu dua kali.
Soekarno berbicara tentang ide-ide seperti solidaritas, Marxisme, dan internasionalisme selama kuliah ini.
“Saya minta dengan sangat kepada Ibu Mega untuk membuat kursus politik berbasis sejarah kebangsaan kita, khususnya untuk perempuan, agar para perempuan PDI-P menjadi macan-macan politik di panggung dunia,” kata Ita.
Menurut Ganjar Pranowo, ketua DPP PDI-P, kursus seperti yang disebutkan Ita sudah dilakukan di dalam PDI-P untuk memberikan pelatihan kepada anggota partai.

“Maka banyak sekali sejarah yang tidak terungkap pada saat ini dan ternyata catatan perempuan-perempuan Indonesia yang sangat hebat itu bisa memberikan inspirasi kepada kader partai khusus perempuan ini untuk bisa nanti belajar,” lanjut Ganjar.
Ke depannya, PDI-P akan memiliki kesempatan untuk menerbitkan kembali buku-buku yang sudah lama diterbitkan serta buku-buku baru yang dihasilkan dari fokus penelitian internal partai selama ini.






