Bersama Kementerian P2MI, Kadin Berangkatkan 5.000 PMI ke Beberapa Negara

Sebanyak 5.000 pekerja migran Indonesia telah diberangkatkan Kadin. (Source: Kompas.com/Suparjo Ramalan)
0 0
Read Time:1 Minute, 36 Second

Pada bulan ini, sebanyak 5.000 pekerja migran Indonesia telah diberangkatkan oleh Kamar Dagang dan Industri atau Kadin.

Para pekerja migran Indonesia tersebut bakal ditugaskan di sejumlah negara, meliputi Jepang, Uni Emirat Arab, Turki, Republik Dominika, Serbia, Slovakia, serta Jerman.

Anindya Bakrie, selaku Ketua Umum Kadin Indonesia, mengungkapkan bahwa memberangkatkan para pekerja migran tersebut adalah salah satu program yang dijalankan oleh organisasinya, berkolaborasi bersama dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran atau P2MI.

Program pemberangkatan PMI ini dilakukan Kading bersama dengan Kementerian P2MI. (Source: iNews.id/Tangguh Yudha)

Dilansir dari tempo.co, Anindya mengatakan bahwa di program tersebut, Kadin tidak hanya berpartisipasi dalam memberikan pelatihan para pekerja saja, namum juga sertifikasi, penempatan, sampai dengan pemberdayaan setelah tiba kembali di Indonesia.

“(Selain devisa) mereka juga akan membawa suatu keahlian dan jaringan yang nanti ketika kembali ke Indonesia itu bisa menjadi suatu aset yang luar biasa,” kata Anindya kepada wartawan setelah berlangsungnya acara pelepasan pekerja migran Indonesia di Menara Kadin, Jakarta, Minggu, 15 Juni 2025.

Dikabarkan bahwa para pekerja migran yang telah diberangkatkan ini, rata-rata bakal menjalani penempatan yang berlangsung selama tiga tahun.

Para pekerja migran tersebut bakal ditempatkan di sejumlah sektor, di antaranya adalah keperawatan, hospitality, sampai dengan pertanian.

Abdul Kadir Karding, selaku Menteri P2MI, menyampaikan bahwa program yang tengah dijalani oleh Kadin juga membantu untuk mencapai target yang telah ditetapkan kementeriannya pada tahun ini, yaitu melakukan pemberangkatan terhadap 400 ribu pekerja migran.

Dilaporkan bahwa para pekerja migran tersebut diestimasikan Abdul dapat menyumbang devisa sampai dengan sebesar Rp 439 triliun.

Abdul menyatakan bahwa pengiriman pekerja migran ini juga menjadi salah satu solusi agar dapat meningkatkan perekonomian, khususnya ketika Indonesia tengah mengalami bonus demografi serta banyaknya pemutusan hubungan kerja atau PHK pada sektor padat karya.

Dikarenakan hal tersebut, Abdul menekankan bahwa memberangkatkan pekerja migran Indonesia ke luar negeri merupakan investasi sumber daya manusia.

Karena, dengan adanya proses tersebut, nantinya bakal ada transfer pengetahuan, transfer kemampuan, transfer pengalaman, dan juga membentuk jejaring.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today