Kembali Erupsi, Gunung Semeru Muntahkan Kolom Abu Tebal Setinggi 1.000 Meter

Gunung Semeru kembali meletus dengan tinggi kolom yang mencapai hingga 1.000 meter di atas puncak. (Source: Bacajogja.id)
0 0
Read Time:1 Minute, 40 Second

Pada hari Rabu, 13 Agustus 2025, Gunung Semeru yang posisinya berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali meletus dengan tinggi kolom yang mencapai hingga 1.000 meter di atas puncak.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 09.38 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian dalam laporan yang diterima di Lumajang, dikuti dari Antara, hari Rabu, 13 Agustus 2025, dalam laman Tempo.co.

Dilaporkan bahwa dalam erupsi yang terjadi pada hari ini, Gunung Semeru memuntahkan kolom abu tebal yang berwarna putih hingga kelabu mengarah ke selatan serta barat daya.

Letusan Gunung Semeru ini memiliki amplitudo maksimum 22 mm yang berlangsung selama 138 detik. (Source: Dok. PVMBG)

Berdasarkan data yang tercatat di seismograf, letusan Gunung Semeru hari ini memiliki amplitudo maksimum 22 mm yang berlangsung selama 138 detik.

Mengutip Tempo.co, Sigit mengungkapkan bahwa saat ini kondisi Gunung Semeru tengah dalam status Waspada atau Level II.

Menanggapi peristiwa ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah memberikan beberapa rekomendasi kepada masyarakat setempat, seperti dilarang untuk melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, yang di mana meliputi sepanjang Besuk Kobokan dengan jarak delapan kilometer dari puncak.

Kemudian, Sigit menyampaikan bahwa masyarakat juga dilarang untuk melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

Hal tersebut dikarenakan adanya potensi terkena perluasan awan panas serta aliran lahar sampai dengan jarak 13 kilometer dari puncak.

“Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” kata dia, dilansir dari Tempo.co.

Sigit juga diketahui telah memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terkait potensi awan panas, guguran lava, serta lahar hujan yang terjadi di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di Puncak Gunung Semeru.

Khususnya, di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, serta Besuk Sat, dan juga potensi lahar yang terjadi di sejumlah sungai kecil.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today