Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu), mengungkapkan penyebab kematian remaja Nazwa Aliya (19 tahun) yang tewas di Kamboja.
Judha mengatakan bahwa dari keterangan resmi dari rumah sakit hingga kantor polisi Kamboja, Nazwa dilaporkan tewas karena overdosis yang menyebabkan komplikasi.
“Berdasarkan keterangan resmi rumah sakit dan kepolisian Kamboja, almarhumah meninggal akibat overdosis obat yang menyebabkan komplikasi dan hepatitis akut (keracunan pada liver),” kata Judha dalam keterangannya, Kamis (21/8).
Rumah sakit juga memberi tahu Judha bahwa Nazwa telah dirawat sejak Jumat (8/8) lalu.
Namun, kondisinya memburuk pada Senin, (11/8), dan Nazwa akhirnya koma pada Selasa, (12/8).

“Kemlu telah berkunjung ke rumah orang tua NA di Deli Serdang untuk menyampaikan duka cita dan menjelaskan langkah-langkah penanganan yang sedang dan akan dilakukan, termasuk menyampaikan nota diplomatik kepada otoritas Kamboja untuk melakukan investigasi terhadap peristiwa overdosis yang dialami NA,” kata dia.
“Saat ini, jenazah NA telah dibawa ke funeral house di Phnom Penh untuk proses lebih lanjut,” jelasnya.
Pada hari Kamis (29/5) Nazwa pergi dari rumahnya sekitar pukul 4.30 WIB meninggalkan ibunya yang masih tertidur. Sebelumnya, ia telah pamit untuk melakukan wawancara kerja di salah satu bank swasta di Kota Medan.
Namun, Nazwa tiba-tiba tiba di Thailand dan tiba di Kamboja. Keluarga mengetahui bahwa dia meninggal karena overdosis paracetamol.






