Setelah terjadinya peristiwa gempa bumi berkekuatan M4,9 yang melanda wilayah Kabupaten Bekasi pada hari Rabu malam, 20 Agustus 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, telah mencatat adanya puluhan rumah yang mengalami kerusakan di Kabupaten Karawang.
“Sebanyak 41 rumah mengalami kerusakan dan 111 jiwa terdampak,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan resmi, hari Jumat, 22 Agustus 2025, dikutip dari Tempo.co.
Tidak hanya perumahan warga yang terkena dampak, namun berbagai fasilitas umum yang terdapat di beberapa wilayah juga mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.

Mengutip Tempo.co, berbagai fasilitas umum yang terkena dampak akibat gempa tersebut di antaranya seperti sebuah aula di Kecamatan Tirtamulya, serta sekolah dasar negeri yang berada di Kecamatan Tegalwaru.
“Sementara itu, aula serbaguna di kantor Kecamatan Pangkalan juga mengalami kerusakan di bagian plafon,” ujar Abdul Muhari, dilansir dari Tempo.co.
Dilaporkan bahwa sebanyak 111 warga yang terkena dampak peristiwa gempa tersebut tidak mengungsi. Abdul mengatakan, para warga memilih untuk tetap bertahan di kediaman masing-masiang.
Abdul menyampaikan bahwa informasi tersebut didapatkan oleh Satuan Tugas BPBD Kabupaten Karawang ketika melakukan penilaian langsung terkait kondisi yang terjadi di lapangan bersama dengan beberapa pemerintah daerah setempat.
Diketahui bahwa pada hari Rabu malam, 20 Agustus 2025, telah terjadi sebuah peristiwa gempa bumi berkekuatan M4,9 yang mengguncang wilayah Bekasi serta Karawang, berskala intensitas III – IV MMI.
Dilansir dari Tempo.co, berdasarkan data yang dirilis oleh BMKG sampai dengan hari Kamis malam, gempa berkekuatan M4,9 tersebut telah diiringi oleh 15 kali gempa susulan.
Namun, dari sejumlah gempa susulan yang telah terjadi di wilayah tersebut, hanya ada dua yang guncangannya dapat dirasakan, yakni pada hari Rabu malam dengan kekuatan sebesar M3,9; serta hari Kamis petang dengan kekuatan sebesar M3,1.
Dikabarkan bahwa guncangan paling kuat tercatat berada pada skala III MMI yang terjadi di Karawang serta Purwakarta.






