Larang Konten Bernuansa Romantis, Roblox Klaim Telah Membaharui Kebijakan Penggunanya

Platform gim daring Roblox telah melakukan pembaharuan terhadap kebijakan untuk para penggunanya. (Source: Ilustrasi/Roblox via CNBCIndonesia.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 36 Second

Dikabarkan bahwa berdasarkan sebuah laporan yang dipublikasikan oleh The Verge pada hari Selasa, 19 Agustus 2025, platform gim daring Roblox telah melakukan pembaharuan terhadap kebijakan untuk para penggunanya.

Matt Kaufman, selaku Chief Safety Officer Roblox, menyampaikan bahwa pihaknya memperbaharui kebijakan untuk para penggunanya terkait pengalaman dewasa, meliputi di antaranya adalah pelarangan sejumlah konten dengan nuansa romantis hingga perilaku yang mengandung unsur aktivitas seksual.

Dilaporkan bahwa para pengembang Roblox melakukan pembaharuan terhadap sejumlah kebijakannya itu setelah adanya tuntutan hukum yang beberapa waktu lalu telah dilayangkan ke perusahaan platform gim daring tersebut.

Pengembang Roblox memperbaharui sejumlah kebijakannya itu setelah mendapati beberapa tuntutan hukum. (Source: Ilustrasi/Telkomsel.com)

Dilansir dari Tempo.co, salah satu tuntutan yang dikirimkan ke pihak Roblox yakni dari Kejaksaan Agung Negara Bagian Louisiana yang telah menuding bahwa platform tersebut rentan untuk keselamatan anak-anak.

Menanggapi hal tersebut, Roblox membantah tudingan yang mengatakan bahwa platformnya rentan dijadikan eksploitasi ataupun rawan kejahatan yang menyasar anak-anak.

Menurut informasi yang dilansir dari Engadget dalam laman Tempo.co, Roblox telah memberikan rincian terkait sejumlah perubahan yang dilakukan oleh pihaknya, meliputi pembatasan seluruh pengalaman tanpa peringkat.

Roblox menyebut, perusahaannya telah meluncurkan berbagai macam fitur terkait keselamatan dalam beberapa bulan yang lalu, salah satu di antaranya adalah fitur verifikasi untuk mengestimasikan usia pengguna yang berumur di atas 13 tahun.

Kemudian, terdapat fitur pengelolaan akun orang tua yang nantinya bakal dihubungkan dengan anak sehingga mereka juga dapat melakukan pengawasan.

Lalu, Roblox diketahui juga telah melakukan pemblokiran akses dari ruang berkumpul terhadap akun anak yang masih berusia di bawah 13 tahun.

Rencananya, pihak pengembang Roblox bakal meluncurkan sebuah teknologi terbaru yang berfungsi untuk melakukan pendeteksian terhadap pengalaman yang di dalamnya mengandung unsur kekerasan.

Teknologi tersebut nantinya bertujuan untuk melakukan pendeteksian terhadap perilaku dari para pengguna yang telah melanggar aturan Roblox.

“Jika fitur ini mendeteksi server yang memiliki volume tinggi mengenai perilaku kekerasan, maka sistem akan otomatis menutup server tersebut,” kata Kaufman, dikutip dari Tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today