BGN Sebut Lima Kabupaten Masih Belum Menerima SPPG Untuk MBG

(BGN), lima kabupaten di Indonesia belum memiliki Sentra Pelayanan Pangan dan Gizi (SPPG) untuk membantu program Makanan Bergizi untuk Generasi (MBG). (Sumber Foto : Kompas.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 14 Second

Menurut Badan Gizi Nasional (BGN), lima kabupaten di Indonesia belum memiliki Sentra Pelayanan Pangan dan Gizi (SPPG) untuk membantu program Makanan Bergizi untuk Generasi (MBG).

Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI Senin, 8 September 2025, Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan progres kinerja lembaga tersebut.

BGN telah membentuk 2.391 SPPG pada Juli 2025, dengan penerima manfaat sekitar 7 juta orang. (Sumber Foto : detik.com)

“Jadi ada lima kabupaten yang sampai sekarang belum ada satu pun yang operasional dan juga mengajukan. Yaitu di Papua Barat, Kabupaten Pegunungan Arfak; kemudian di Sumba Tengah; lalu di Papua Barat Daya ada dua kabupaten yang belum ada, yaitu Maybrat dan Tambrauw; serta di Kalimantan Timur di Mahakam Ulu,” ujar Dadan di Gedung DPR RI, Senin.

Menurut Dadan, jumlah SPPG yang sudah beroperasi mencapai 7.477 unit hingga Senin siang.

Selain itu, 11.754 SPPG tambahan masih dalam proses pengajuan.

Agar program MBG dapat menjangkau lebih banyak orang, termasuk di daerah terpencil, BGN akan terus mendorong pembangunan SPPG.

Menurut Dadan, BGN telah membentuk 2.391 SPPG pada Juli 2025, dengan penerima manfaat sekitar 7 juta orang.

Pada Agustus 2025, 7.453 SPPG juga dibuat. BGN menargetkan 7.000 SPPG baru untuk bulan September dan Oktober.

“Secara keseluruhan, kami menargetkan 25.000 SPPG di wilayah aglomerasi dan 6.000 di daerah terpencil, sehingga totalnya sekitar 31.000 SPPG. Ini sangat penting karena penyerapan anggaran BGN identik dengan jumlah SPPG operasional; setiap satu SPPG bisa menyerap sekitar Rp1 miliar per bulan,” pungkasnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today