Tangani Masalah Overcapacity Napi, Tujuh Lapas dan Rutan Baru Bakal Dibuka Pemerintah

Tangani persoalan overcapacity napi, tujuh lapas dan rutan baru bakal dibuka pemerintah pada akhir tahun 2025. (Source: Ilustrasi/Detik.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 29 Second

Untuk tangani persoalan kelebihan kapasitas atau overcapacity tahanan serta narapidana, pada akhir tahun 2025, sebanyak tujuh lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan baru bakal dibuka oleh pemerintah.

Mashudi, selaku Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, mengungkapkan bahwa pembangunan sejumlah lapas dan rutan baru itu rencananya bakal selesai pada bulan Desember 2025 mendatang.

Tujuh lapas serta rutan baru itu diperkirakan mampu untuk menampung sebanyak 4.500 orang. (Source: Ilustrasi/Merdeka.com)

“Mudah-mudahan untuk tanggal 31 Desember nanti, tujuh lapas dan rutan itu sudah selesai. Kita bisa untuk mengurangi overkapasitas yang ada di lapas dan rutan,” ujar Mashudi ketika ditemui di Gedung Ditjen Pemasyarakatan, Jakarta Pusat, hari Senin, 20 Oktober 2025, dikutip dari Tempo.co.

Dilansir dari Tempo.co, Mashudi menjelaskan bahwa sejumlah lapas serta rutan baru yang bakal diresmikan pada akhir tahun 2025 itu di antaranya adalah Lapas Kumbang di Nusakambangan, Bagansiapiapi, Lhokseumawe, Jambi, Semarang, Solo, serta Pagaralam.

Mashudi mengatakan bahwa tujuh lapas serta rutan baru itu diperkirakan mampu untuk menampung sebanyak 4.500 orang.

Mashudi menyebut, rencananya Kemenimipas juga bakal meningkatkan kolaborasi bersama dengan Polri serta Tentara Nasional Indonesia atau TNI terkait proses pengamanan di sejumlah lembaga pemasyarakatan serta rumah tahanan.

Hal tersebut merupakan tanggapan dari Mashudi perihal banyaknya kasus tindak pidana yang melibatkan sejumlah warga binaan yang berada di dalam penjara, meliputi di antaranya yakni penyalahgunaan narkotika sampai penipuan.

Mengutip Tempo.co, Mashudi menyampaikan bahwa peningkatan kolaborasi bersama dengan Polri serta TNI ini dibutuhkan agar dapat mengurangi potensi terjadinya tindak pidana serta penyelundupan di dalam lapas maupun rutan.

“Lakukan koordinasi dengan TNI dan Polri untuk mendukung keamanan terutama di wilayah yang rawan terjadi pelanggaran,” perintah Mashudi kepada jajarannya, dalam laman Tempo.co.

Mashudi menyatakan bahwa hingga saat ini selalu ada sejumlah anggota TNI maupun Polri yang ikut terlibat dalam menjaga keamanan di lapas maupun rutan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today