Diduga Terpapar Zat Radioaktif Cs-137, Dua Kontainer Produk Alas Kaki Indonesia Dikembalikan AS

AS telah menolak serta mengembalikan dua kontainer produk alas kaki asal Indonesia yang diduga terpapar Cesium-137. (Source: Ilustrasi/Shutterstock via Kompas.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 41 Second

Dilaporkan bahwa Amerika Serikat baru-baru ini telah menolak serta mengembalikan dua kontainer produk alas kaki asal Indonesia yang diduga terpapar kandungan zat radioaktif Cesium-137, ungkap Satuan Tugas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cesium-137.

“Kami mendapatkan informasi lanjutan bahwa terdapat temuan kontaminasi Cs-137 pada produk alas kaki yang diekspor ke AS,” kata Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Cesium-137 Bara Krishna Hasibuan melalui keterangan tertulis, hari Rabu, 12 November 2025, dilansir dari Tempo.co.

Sejumlah produk alas kaki yang diduga terpapar Cs-137 itu berasal dari perusahaan industri di daerah Cikande, Serang, Banten. (Source: Ilustrasi/Unsplash via Detik.com)

Mengutip Tempo.co, Bara mengatakan bahwa sejumlah produk alas kaki yang diduga mengandung zat radioaktif Cesium-137 itu merupakan hasil produksi dari sebuah perusahaan industri yang lokasinya berada di daerah Cikande, Serang, Banten.

Dikabarkan bahwa pabrik tersebut lokasinya terletak di radius 5 kilometer di luar kawasan industri Cikande, yang mana di kawasan industri itu terdapat pabrik milik perusahaan peleburan baja, PT Peter Metal Technology, yang menjadi sumber kontaminasi Cesium-137 terhadap produk udang milik PT Bahari Makmur Sejahtera.

Bara mengungkapkan bahwa dua kontainer yang dipulangkan kembali oleh Amerika Serikat itu tiba di Indonesia dalam waktu yang berbeda.

Kontainer pertama diketahui tiba di Indonesia sekitar satu bulan yang lalu, tetapi hingga saat ini pihak satgas belum bisa memastikan bukti kontainer ini terpapar zat radioaktif. “Belum diproses oleh pihak produsen sehingga belum ada pemeriksaan,” kata Bara, dalam laman Tempo.co.

Kemudian, untuk kontainer kedua tiba di Indonesia pada tanggal 29 Oktober 2025 lalu, dengan pemberitahuan terdapat paparan zat radioaktif Cesium-137 di kontainer ini.

Dinukil dari Tempo.co, Bara menyampaikan bahwa pada tanggal 30 Oktober 2025, kontainer kedua telah diperiksa oleh pihak Badan Pengawas Tenaga Nuklir atau Bapeten, yang mana hasilnya menunjukkan tidak ditemukannya kontaminasi zat radioaktif pada permukaan kontainer. “Sehingga aman untuk disimpan di pelabuhan,” ujar Bara, dikutip dari Tempo.co.

Nantinya, pihak Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN bakal melakukan uji lab terhadap sejumlah produk alas kaki yang terdapat di dalam kontainer tersebut.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today