Baru-baru ini, Badan Pusat Statistik atau BPS telah memberikan laporan mengenai tiga wilayah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera yang masuk ke dalam urutan lima besar provinsi di Indonesia yang tengah alami kenaikan pada harga beras.
Dalam laporan tersebut, tiga wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatera yang mengalami kenaikan harga beras di antaranya adalah Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.

“(Ketiganya) emang wilayah yang sedang terkena bencana sehingga di sini tergambar efeknya sudah mulai terlihat dari perkembangan harga di minggu kedua Desember 2025,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, dalam rapat koordinasi inflasi yang disiarkan melalui platform YouTube, hari Senin, 15 Desember 2025, dikutip dari Tempo.co.
Dilansir dari Tempo.co, dari ketiga wilayah tersebut, Aceh menduduki posisi pertama sebagai provinsi yang mengalami kenaikan harga beras paling tinggi, yaitu sebesar 3,10 persen.
Kemudian, disusul oleh Sumatera Barat pada peringkat kedua sebesar 1,45 persen, serta Sumatera Utara di posisi keempat sebesar 0,52 persen.
Selain membagikan informasi mengenai data kenaikan harga beras untuk lingkup provinsi, BPS juga membeberkan laporan perihal kenaikan harga beras tertinggi di lingkup kabutapen/kota.
Berdasarkan data yang dirilis oleh BPS, kabupaten/kota di Aceh menjadi yang terbanyak mengalami kenaikan harga beras.
Pudji mengungkapkan bahwa terdapat sebanyak 12 kabupaten/kota di Aceh yang mengalami kenaikan harga beras, kemudian disusul oleh Sumatera Utara di 11 kabupaten/kota, dan Sumatera Barat di 10 kabupaten/kota.
Mengutip Tempo.co, kabupaten/kota di Aceh yang mengalami kenaikan harga beras paling tinggi berlangsung di Kabupaten Gayo Lues, yang meningkat sampai dengan 12,28 persen.
Lalu, disusul oleh Pariaman, Sumatera Barat sebesar 9,38 persen, serta Nias Utara, Sumatera Utara sebesar 8,73 persen.





