Pedagang Kalibata yang Kiosnya Terbakar oleh Matel Diperiksa Polisi, Harap Pengamanan

Polda Metro Jaya menyelidiki pedagang kios kuliner di Kalibata yang tewas dalam kebakaran di depan TMP Kalibata. (Sumber Foto : Nasyhwa Athifah)
0 0
Read Time:2 Minute, 30 Second

Polda Metro Jaya menyelidiki pedagang kios kuliner di Kalibata yang tewas dalam kebakaran di depan TMP Kalibata.

Pemilik warung Steak Twogether, Henny Maria, adalah salah satu dari beberapa orang yang dipanggil sebagai saksi korban.

“Iya, kebetulan kita dapat panggilan resmi dari Polda. Jadi untuk melengkapi mungkin proses penyidikan, sama mungkin pemanggilan saksi, dan mungkin laporan kerugian apa segala macam yang kemarin sudah diproses sebelumnya,” ujar Henny sebelum pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/1).

Selama pemeriksaan, Henny diminta untuk menceritakan setiap detail kerugian yang dia ketahui tentang insiden pembakaran kios.

“Pemeriksaannya mungkin laporan-laporan terkait yang kerugian kita apa saja, sebanyak apa, sebesar apa, lalu mungkin saksi yang diketahui tentang kejadian kebakaran di Kalibata. Itu mungkin kita akan ditanyai lagi sih secara detail, mungkin kurang lebih seperti itu,” katanya.

Kios yang rusak parah dibakar, katanya, mengakibatkan kerugian hampir Rp 100 juta.

“Ya puluh-puluhan juta sih ya, hampir Rp 100 juta lah kurang lebih,” ucap Henny.

Dia menyatakan bahwa warungnya saat ini tidak dapat beroperasi lagi. Selain kerusakan yang dialaminya secara fisik, Henny juga mengatakan bahwa dia masih takut akan ancaman setelah kejadian tersebut.

“Sementara belum tahu, kita juga lagi cari cara berusaha buat bangkit. Mudah-mudahan ntar ada jalannya sih,” ujarnya.

Harap ada keamanan

Henny mengatakan bahwa dia telah diberitahu oleh polisi tentang ancaman tersebut dan sekarang berada di pengamanan sementara.

Henny diminta untuk menceritakan setiap detail kerugian yang dia ketahui tentang insiden pembakaran kios. (Sumber Foto : Kumparan)

“Oh, untuk ancaman-ancaman ini kita sudah sampaikan juga kepada pihak kepolisian. Kalau saya pribadi ya mengikuti prosedur saja sih,” tuturnya.

“Tindakannya pengamanan sementara. Pengamanan dari kepolisian buat kamilah, korban,” lanjut Henny.

Henny berharap pemeriksaan ini akan membantu pedagang lain yang menjadi korban mendapatkan perhatian dan pemulihan.

“Membantu kita mendapatkan perhatianlah sama pemulihanlah sebagai pedagang kecil gitu di sini,” katanya.

Selain itu, menurut informasi yang dia peroleh, jumlah kios dan warung yang terdampak mencapai puluhan.

“Yang saya tahu sih laporannya 37 kios, tapi saya kurang tahu berapa-berapanya yang rusak, detailnya kurang tahu juga. Cuma kemarin dapat pemerataan dari Polda kan dapat semua tuh, 37 itu. Kurang lebih 37 kios dan warung,” ucap Henny.

Henny menyatakan bahwa saksi dan korban diperiksa secara bertahap.

“Saksi dan korban kurang lebih katanya ada 15 sampai 20 orang, tapi mungkin hari ini ada dibagi kloternya ada 7-8 orang kalau nggak salah,” ujarnya.

Ia berharap bahwa proses hukum yang sedang berlangsung dapat memberikan rasa aman kepada para korban yang hingga saat ini masih hidup dalam ketakutan.

“Ya tetap ada, tetap ada ketakutan, cuma kita serahkan kepada pihak kepolisian sih yang lebih paham,” kata Henny.

Sebelumnya, pada Kamis (11/12), terjadi kekacauan di depan TMP Kalibata. Peristiwa ini terjadi setelah dua orang yang berutang, juga dikenal sebagai “mata elang”, dikeroyok hingga tewas oleh orang yang tidak dikenal.

Setelah pengeroyokan, massa yang diduga teman korban menggeruduk lokasi di seberang TMP Kalibata. Warung tenda kuliner, termasuk kios bangunan permanen, dibakar.

Pemilik lapak dan warung di lokasi kejadian adalah satu-satunya korban yang tidak menyadari masalah ini.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today