Dilaporkan bahwa seorang asisten rumah tangga atau ART berinisial K telah menghabisi nyawa bayinya sendiri yang baru saja ia lahirkan.
Pelaku merupakan salah seorang perempuan yang bekerja sebagai ART di sebuah rumah yang lokasinya berada di kawasan Pesapen, Surabaya.

Mengutip Tempo.co, Ajun Komisaris Rina Shanty, selaku Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polrestabes Surabaya, mengungkapkan bahwa pelaku diduga dengan sengaja menghabisi nyawa bayinya sendiri yang baru ia lahirkan.
“Meninggal dunia diduga karena henti napas paksa pada mulut bayi,” kata Rina, hari Sabtu, 3 Januari 2026, dilansir dari Tempo.co.
Rina menyampaikan bahwa pembongkaran kasus ini diawali pada saat sang pemilik rumah menaruh kecurigaan terhadap sebuah kotak styrofoam yang ketika itu tengah dibawa dan hendak dibuang oleh pelaku.
Melihat kotak yang mencurigakan itu, pemilik rumah pun langsung meminta pelaku untuk membukanya. “Sang majikan lalu mendapati kalau ada mayat bayi laki-laki di dalamnya,” ujar Rina, dalam laman Tempo.co.
Mendapati penemuan mayat bayi laki-laki tersebut, sang pemilik rumah pun segera memberikan laporan kepada pihak Polrestabes Surabaya.
Kemudian, setelah menerima laporan tersebut, pihak kepolisian bergegas pergi menuju ke lokasi kejadian, lalu membekuk pelaku, serta menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus ini.
Dinukil dari Tempo.co, pelaku diduga dengan sengaja menghabisi nyawa bayinya itu dikarenakan ketakutan, menurut hasil dari pemeriksaan yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian.
“Dia menghabisi nyawa bayi yang baru dilahirkannya karena takut ketahuan hamil dan dipecat oleh majikan,” tutur Rina melalui keterangan tertulisnya, dikutip dari Tempo.co.
Berdasarkan hasil autopsi yang telah dilakukan, terdapat sejumlah luka memar pada bagian tubuh korban, seperti di bagian ujung lidah, langit rongga mulut, hingga leher sisi depan.





