Pada hari Jumat, 2 Januari 2026 lalu, telah terjadi sebuah peristiwa tanah longsor yang berlangsung di lokasi pembangunan arena mini soccer yang terletak di Desa Cisempur, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.
Akibat peristiwa tanah longsor tersebut, Ajun Komisaris Tanwin Nopiansah, selaku Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sumedang, mengatakan bahwa empat orang korban yang merupakan para pekerja konstruksi dalam proyek pembangunan itu dilaporkan tewas tertimpa reruntuhan tanah.

“Menewaskan empat orang pekerja konstruksi,” ujar Tanwin, hari Minggu, 4 Januari 2026, dilansir dari Tempo.co.
Mengutip Tempo.co, Komisaris Besar Hendra Rochmawan, selaku Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, mengungkapkan bahwa jumlah korban akibat peristiwa tanah longsor itu mencapai sebanyak enam orang pekerja konstruksi, yang mana hingga saat ini para korban sudah berhasil dievakuasi.
Pada saat berlangsungnya proses evakuasi, Hendra menyampaikan bahwa kondisi tebing tanah yang berada di sekitar lokasi kejadian belum stabil, sehingga berisiko terjadinya peristiwa longsor susulan.
Dikabarkan bahwa pihak kepolisian di lapangan juga terus melakukan pengawasan untuk memastikan keamanan dari seluruh warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.
“Masyarakat yang berada di wilayah rawan longsor diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan,” ucap Hendra melalui keterangan tertulisnya, dalam laman Tempo.co.
Dinukil dari Tempo.co, Muhammad Adip, selaku Kepala Seksi Operasi dan Siaga pada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Bandung, sebelumnya sempat memberikan konfirmasi terkait peristiwa tanah longsor di wilayah tersebut.
Adip menduga bahwa bencana tanah longsor yang melanda kawasan proyek pembangunan itu adalah sebuah insiden kecelakaan kerja.





