Pada hari Rabu, 7 Januari 2026, sejumlah warga yang tinggal di sekitar kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengeluhkan terkait tumpukan sampah yang berada di wilayah tersebut.
Dikabarkan bahwa gunungan sampah ini telah menimbulkan bau busuk yang menyengat sampai mencemari lingkungan di sekitarnya.

Dilansir dari Kompas.com, gunungan sampah yang berada di kawasan tempat penampungan sementara atau TPS Pasar Induk Kramat Jati ini memiliki ketinggian yang diestimasikan mencapai hingga lebih dari enam meter.
Di dalam TPS tersebut, nampak satu unit truk sampah berukuran besar beserta dengan sebuah alat berat yang sedang melakukan pengangkutan dari gunungan sampah itu.
Syahrul, salah seorang warga yang tinggal di sekitar area Pasar Induk Kramat Jati, menyampaikan bahwa masalah terkait tumpukan sampah di sekitar area tersebut bukanlah sesuatu yang baru.
Syahrul menjelaskan bahwa keadaan yang terjadi di sekitar lingkungan tempat tinggalnya itu telah berlangsung cukup lama, namun dalam sebulan terakhir ini kondisinya semakin memburuk.
“Sudah lama lah, sudah bukan lama lagi, sudah tahunan, tapi hampir ada sebulan terakhir lah yang tinggi,” kata Syahrul, hari Rabu, 7 Januari 2026, dikutip dari Kompas.com.
Mengutip Kompas.com, Syahrul menduga bahwa terjadinya penumpukan sampah hingga menggunung ini dikarenakan proses pengangkutan sampah yang dilakukan oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup tidak sebanding dengan banyaknya sampah yang masuk ke dalam TPS tersebut.
“Mungkin karena pemasukan sampahnya lebih besar daripada pengeluarannya. Ibaratnya yang keluar empat sampai lima mobil, yang masuk bisa sampai 15 mobil. Ya akhirnya numpuk begini,” ujar Syahrul, dinukil dari Kompas.com.
Selain itu, Syahrul juga sempat mengakui bahwa bau busuk yang timbul akibat tumpukan sampah di sekitar area TPS sering kali tercium sampai masuk ke dalam kediamannya yang berjarak sekitar 50-100 meter dari tempat penampungan tersebut.





