Polres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menyatakan bahwa Khairun Nisa, wanita yang ditangkap karena diduga menjadi pramugari gadungan maskapai Batik Air, adalah korban penipuan lowongan kerja.

Nisa diminta membayar sejumlah uang oleh orang yang menjanjikannya akan mengajarnya menjadi pramugari di Jakarta.
“Berdasarkan keterangan yang bersangkutan, betul pernah ditipu orang yang menawarkan bisa membantu masuk kerja sebagai pramugari. Dan diminta Rp 30 juta,” kata Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno Hatta, Kompol Yandri Mono, Selasa, (13/1).
Dia menambahkan bahwa polisi merekomendasikan agar orang yang terlibat membuat laporan polisi untuk ditindaklanjuti dalam kasus ini.
“Kami sudah sarankan untuk melaporkan orang yang melakukan penipuan tersebut. Namun, yang bersangkutan belum memutuskan untuk membuat LP atau tidak,” ujarnya.
Nisa sempat diperiksa oleh polisi dalam kasus pramugari gadungan ini, tetapi akhirnya dia diserahkan kepada keluarganya di Jakarta.
“Yang bersangkutan sudah kita serahkan ke pihak keluarga yang ada di Jakarta,” ungkapnya.
Nisa sebelumnya menjadi sensasi di media sosial setelah mengenakan seragam pramugari Batik Air, di mana dia memiliki penampilan yang mirip dengan pramugari dari perusahaan.
Hasil investigasi awal menunjukkan bahwa wanita bernama Khairun Nisa terbang dengan pesawat Batik Air ID 7058 dari Palembang (PLM) ke Jakarta (CGK) pada pukul 18.20 WIB.
Kru kabin Batik Air memperhatikan tindakan Nisa saat tiba di bandara tujuan, terutama karena dia mengenakan rok yang diduga memiliki warna corak yang berbeda dengan rok yang diproduksi oleh PT Lion Grup.
Jadi, kru kabin melapor ke Avsec Bandara Soetta dan kemudian diperiksa oleh Polres Bandara Soetta.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Nisa memutuskan untuk menjadi pramugari gadungan karena malu kepada keluarganya. Dia sudah pamit untuk menjadi pramugari, tetapi dia malah menjadi korban penipuan.






