Dikabarkan bahwa Gunung Ile Lewotolok yang lokasinya berada di wilayah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur atau NTT, pada hari Senin pagi, 19 Januari 2026, kembali meletus.
Dalam peristiwa erupsi yang terjadi pada hari Senin pukul 08.59 WITA ini, Gunung Ile Lewotolok telah memuntahkan abu vulkanik dengan ketinggian yang mencapai hingga 500 meter dari atas puncak kawah.

Dilansir dari Tempo.co, letusan Gunung Ile Lewotolok ini menghasilkan getaran dengan amplitudo maksimum 21,4 milimeter yang berlangsung selama 75 detik.
“Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah timur,” kata seorang petugas Pos Pengamatan Gunung Api atau PGA Ile Lewotolok Stanislaus Ara Kian melalui laporannya untuk Badan Geologi, dikutip dari Tempo.co.
Dilaporkan bahwa pada pukul 06.18 WITA, Gunung Ile Lewotolok juga sempat meletus serta mengeluarkan abu vulkanik yang ketinggiannya mencapai 400 meter dari puncak kawah.
Diketahui bahwa sejak seminggu terakhir, gunung api ini dilaporkan telah mengalami erupsi sebanyak tujuh kali.
Menanggapi adanya peningkatan aktivitas Gunung Ile Lewotolok, Lana Saria, selaku Kepala Badan Geologi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah merubah status gunung tersebut pada hari Minggu, 18 Januari 2026, dari awalnya Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
Mengutip Tempo.co, Lana telah memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat serta pendaki untuk tidak memasuki area dalam jarak 3 kilometer dari pusat aktivitas vulkanik gunung api ini.
“Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ili Lewotolok,” katanya, dalam laman Tempo.co.






