Gunung Dukono di Halmahera Utara Kembali Mengalami Peristiwa Erupsi Sebanyak 6 Kali

Pada hari Minggu, Gunung Dukono di Halmahera Utara, telah mengalami erupsi sebanyak enam kali. (Source: Dok. BNPB)
0 0
Read Time:1 Minute, 40 Second

Pada hari Minggu, 10 Mei 2026, Gunung Dukono yang lokasinya terletak di wilayah Halmahera Utara, Maluku Utara, dilaporkan telah mengalami peristiwa erupsi sebanyak enam kali.

Dalam rangkaian peristiwa erupsi kali ini, Gunung Dukono dikabarkan telah memuntahkan kolom abu vulkanik yang ketinggiannya diperkirakan mencapai hingga lebih dari 1.000 meter di atas puncak kawah.

Dilansir dari Tempo.co, peristiwa erupsi pertama Gunung Dukono berlangsung pada pukul 05.38 WIT, dengan kolom abu vulkanik berwarna kelabu yang condong ke arah barat laut.

Dalam peristiwa erupsi kali ini, Gunung Dukono telah memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi lebih dari 1.000 meter di atas puncak kawah. (Source: Ilustrasi/Dok. SM News)

Peristiwa kedua terjadi tidak lama setelah erupsi pertama, sekitar pukul 07.05 WIT, yang mana kolom abu vulkaniknya condong ke arah utara serta timur laut.

Kemudian, sekitar pukul 08.06 WIT, peristiwa erupsi Gunung Dukono yang ketiga terjadi, dengan kolom abu vulkanika yang condong ke arah timur serta tenggara.

Dilaporkan bahwa beberapa saat kemudian, yakni pada pukul 08.51 WIT, Gunung Dukono kembali mengalami peristiwa erupsi untuk yang keempat kalinya.

Lalu, pada pertengahan hari, tepatnya pukul 12.13 WIT, gunung tersebut lagi-lagi mengalami peristiwa erupsi kelimanya, dan sekitar pukul 15.13 WIT, Gunung Dukono kembali meletus.

Dikabarkan bahwa sejak awal tahun 2026, Gunung Dukono telah mengalami peristiwa erupsi sebanyak 108 kali, yang mana membuatnya masuk ke dalam daftar tiga gunung api paling aktif di wilayah Indonesia.

Lana Saria, selaku Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi, meminta kepada masyarakat setempat serta para pendaki untuk tidak memasuki area dalam jarak empat kilometer dari Kawah Malupang dan Warirang.

Mengutip Tempo.co, Lana juga memberikan imbauan kepada masyarakat setempat untuk selalu memakai masker penutup hidung serta mulut ketika tengah melakukan kegiatan di luar ruangan, yang mana hal ini bertujuan agar dapat menghindari ancaman abu vulkanik yang berpotensi dapat membahayakan sistem pernapasan.

“Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area sebaran abunya tidak tetap,” ungkap Lana, dalam laman Tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today