Hasan Nasbi Mundur Dari Jabatan PCO

Hasan Nasbi, kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), meninggalkan jabatannya di Kabinet Merah Putih. (Sumber Foto : Kompas.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 52 Second

Hasan Nasbi, kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), meninggalkan jabatannya di Kabinet Merah Putih.

Hasan menyatakan bahwa dia telah mengundurkan diri sejak 21 April 2025. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima surat tersebut dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

“Pada hari ini, 21 April 2025, sepertinya saat itu sudah tiba. Surat pengunduran diri saya tanda tangani dan saya kirimkan kepada presiden melalui dua orang sahabat baik saya, Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet,” ujar Hasan lewat Instagram @totalpolitikcom, dikutip pada Selasa (29/4/2025).

Selain itu, Hasan telah memberikan izin kepada Kompas.com untuk mengutip pernyataannya tersebut.

Hasan sudah mempertimbangkan keputusan ini secara menyeluruh dan tidak dibuat secara tiba-tiba. (Sumber Foto : Sindonews.com)

Hasan menyatakan bahwa 21 April adalah hari terakhirnya sebagai Chief PCO.

“Kesimpulan saya sudah sangat matang bahwa sudah saatnya menepi keluar lapangan dan duduk di kursi penonton, memberikan kesempatan kepada figur yang lebih baik untuk menggantikan posisi bermain di lapangan.”

Dia menegaskan bahwa Hasan sudah mempertimbangkan keputusan ini secara menyeluruh dan tidak dibuat secara tiba-tiba.

“Jadi ini bukan keputusan yang tiba-tiba dan bukan keputusan yang emosional. Ini rasanya adalah jalan terbaik yang dipikirkan dalam suasana yang amat tenang, dan demi kebaikan komunikasi pemerintah yang akan datang,” ucapnya.

Profil Hasan Nasbi

Pengamat politik dan konsultan politik Hasan Nasbi berasal dari Bukittinggi, Sumatera Barat.

Orang itu kelahiran 11 Oktober 1979 dan sekolah di SMA 2 Bukittinggi sebelum kuliah di Ilmu Politik di Universitas Indonesia (UI).

Pada tahun 2005-2006, Hasan Nasbi juga bekerja sebagai wartawan. Pada tahun 2006-2008, ia bekerja sebagai peneliti di Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia. Pada akhirnya, ia mendirikan lembaga survei yang disebut Cyrus Network.

Selama karirnya sebagai konsultan politik, nama Hasan Nasbi meningkat ketika dia membantu Jokowi dan Ahok dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada 2012.

Jokowi dan Ahok sukses menjadi gubernur dan wakil gubernur Jakarta berkat bantuan Hasan Nasbi.

Nama Hasan Nasbi juga menjadi perbincangan pada tahun 2017 karena ia membangun organisasi Teman Ahok, yang merupakan relawan Ahok yang maju secara independen dalam Pilkada Jakarta 2017.

Selain itu, Hasan Nasbi menunjukkan dukungannya kepada Jokowi dalam pemilihan presiden 2014 dan 2019, tetapi pada akhirnya, pada pemilihan presiden 2024, dia menunjukkan dukungannya kepada Prabowo-Gibran Rakabuming Raka.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today