Bom Meledak di Instanbul Menewaskan 6 Korban

Situasi dan Kondisi Setelah Insiden Pengeboman di Instanbul, Turkey. (Foto: Middleeasteye.net)
0 0
Read Time:1 Minute, 47 Second

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan terkait insiden ledakan bom yang ada di jalan raya utama di Instanbul disebabkan akibat adanya “serangan bom” yang sangat berbahaya dan menewaskan 6 orang. Pernyataan tersebut dilantunkan sebelum keberangkatannya ke KTT G-20 di Indonesia pada hari Minggu. Tidak hanya itu, Presiden Rayep Tayyip Erdogan juga mengatakan pelaku yang melakukan hal tersebut akan ditindak lanjuti melalui jalur hukum.

Situasi di pagi hari setelah serangan teror di Jalan Istiklal di Istanbul. (Foto: Twitter.com/MucahidDurmaz)

Melansir pada laman Castanet.net, insiden yang terjadi turut menyebabkan empat orang meninggal di tempat kejadian dan dua orang sedang dirawat intens di rumah sakit. Terdapat 53 korban lainnya yang mengalami luka berdasarkan informasi yang diterima dari Gubernur kota Instanbul, Turkey. Kejadian tersebut juga turut membuat orang-orang panik melarikan diri dari ledakan yang berapi-api.

Dalam kejadian ini turut diperlihatkan pada Video yang diposting melalui media sosial, terdengar ledakan keras dan kilatan cahaya pada saat pejalan kaki berbalik dan melarikan diri. Insiden ini sigap ditangani langsung oleh kendaraan darurat yang bergegas ke tempat kejadian di Istiklal Avenue, jalan raya yang identik dengan dipenuhi toko-toko dan restoran dekat dengan wilayah menuju ke Taksim Square.

Melansir pada laman CTVnews.ca, Presiden Turki Reyep Tayyip Erdogan belum mengetahui siapa yang berada di balik serangan itu tetapi ia mengatakan bahwa serangan itu memiliki “aroma teror” tanpa memberikan rincian secara detil. Ledakan di hari minggu itu merupakan suatu kejutan yang sangat mencemaskan dari segi masalah keamanan yang mengintai dari peduduk Turki selama bertahun-tahun.

https://twitter.com/fqadi/status/1591790256147562498?s=20&t=irTPndddiRTQK-AzInm6bw

Insiden yang melanda Turki ini merupakan serangkaian pemboman yang sangat mematikan antara tahun 2015 dan 2017 yang dilakukan oleh kelompok ISIS berisikan dari militan Kurdi yang mencari otonomi atau kemerdekaan dari satu kelompok. Dalam beberapa tahun terakhir, Erdogan telah memimpin tindakan keras yang sangat luas terhadap para militan serta anggota parlemen dan aktivis Kurdi. Di tengah inflasi yang sedang meroket dan masalah ekonomi lainnya, kampanye anti terorisme Erdogan merupakan titik temu bagi Presiden menjelang pemilihan Presiden dan parlemen di tahun depan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today