Akibat Penyebaran DBD di Yahukimo, 50 Orang Meninggal Dunia

50 orang meninggal dunia akibat diduga terkena penyakit DBD yang tengah menyebar di delapan kampung di Distrik Nipsan, (Source: Ilustrasi/Shutterstock/Tacio Philip Sansonovski)
0 0
Read Time:1 Minute, 36 Second

Dilaporkan bahwa sebanyak 50 orang meninggal dunia akibat diduga terkena penyakit demam berdarah (DBD) yang tengah menyebar di delapan kampung di Distrik Nipsan, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Jimmy Koirewoa, selaku Kepala Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Gereja Injili, mengungkapkan bahwa penyakit DBD yang tengah melanda sejumlah wilayah di Distrik Nipsan, berlangsung sejak awal bulan April sampai dengan Mei 2025.

Penyakit DBD di sejumlah wilayah di Distrik Nipsan ini berlangsung sejak awal bulan April sampai dengan Mei 2025. (Source: Ilustrasi/Pixabay/wikiImages)

“Terjadi peningkatan signifikan kasus penyakit yang menunjukkan gejala seperti DBD,” kata Jimmy dalam keterangan tertulis pada Minggu, 25 Mei 2025, dikutip dari tempo.co.

Dilansir dari tempo.co, Jimmy mengatakan bahwa pada saat terpapar penyakit tersebut, masyarakat di Yahukimo mengalami berbagai macam gejala, seperti pneumonia, demam tinggi, muntah-muntah, diare disertai darah, batuk, sesak nafas, serta infeksi saluran pernafasan atas atau Ispa.

Jimmy menyatakan bahwa penyebaran penyakit tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh masyarakat, tokoh agama, serta pemuda Distrik Nipsan, yang di mana mereka memilik inisiatif untuk melakukan penanganan terhadap kasus ini.

Dikabarkan bahwa inisiatif tersebut dilakukan mulai dari mempersiapkan obat-obatan melalui Dinas Kesehatan Yahukimo, memberikan sumbangan dana pribadi untuk memesan pesawat dalam upaya mengirimkan obat-obatan, serta tenaga medis.

Jimmy menyebut, masyarakat bersama para tokoh terus melakukan koordinasi aktif dengan pemerintah daerah agar dapat mendapatkan penanganan lebih lanjut untuk para korban.

“Kami mendesak pembentukan tim tanggap darurat oleh Pemerintah Kabupaten Yahukimo dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk penanganan krisis kesehatan ini,” ujar dia, dilansir dari tempo.co.

Akibat menyebarnya penyakit tersebut, sebanyak 50 orang yang berasal dari delapan kampung telah dinyatakan meninggal, di antaranya adalah 36 orang dewasa serta 19 anak-anak.

Aji Muhawarman, selaku Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, menjelaskan bahwa saat ini instansinya bakal melakukan pengecekan terkait dengan penyebaran kasus DBD yang terjadi di Yahukimo. “Kami cek dulu ini DBD terjadi karena KLB atau lainnya,” ujar Aji, dalam laman tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today