Trump Ancam Pengenaan 10 % Tarif Tambahan bagi Negara Pendukung Kebijakan “Anti‑Amerika” BRICS

Presiden Trump berjalan menuju Gedung Putih setibanya dari New Jersey di Washington, D.C., pada hari Minggu (Axios.com)
0 0
Read Time:2 Minute, 1 Second

Pada puncak KTT BRICS di Rio de Janeiro, Presiden AS Donald Trump menyatakan ancaman serius terhadap negara-negara yang mendukung kebijakan disebutnya “anti‑Amerika” yang diusung blok BRICS. Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa setiap negara yang berpihak pada kebijakan tersebut bakal dibebani tarif impor tambahan sebanyak 10 %, tanpa pengecualian.

Langkah tersebut muncul setelah sebuah pernyataan resmi dari BRICS, yang kini terdiri atas 11 negara—antara lain Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Indonesia, Uni Emirat Arab, dan Mesir—menyuarakan keprihatinan terhadap meningkatnya tarif dan hambatan non‑tarif yang dianggap mendistorsi perdagangan global serta melanggar aturan WTO.

Para pemimpin negara berpose untuk foto keluarga selama KTT BRICS di Rio de Janeiro, Brasil, 6 Juli 2025 (Reuters.com)

Trump tidak merinci secara spesifik kebijakan apa yang ia anggap “anti‑Amerika”, namun ia menekankan bahwa kebijakan tersebut bersifat mutlak dan tidak memberikan toleransi sama sekali . Peringatan serupa sebelumnya pernah dilontarkan Trump ketika menyinggung BRICS akan mengenakan tarif 100 % jika ada upaya menciptakan mata uang alternatif pengganti dollar AS, namun pada pernyataan terbaru ini ia menekankan angka 10 %.

BRICS sendiri telah menyampaikan kritik melalui pernyataan bersama, menyayangkan peningkatan tarif sepihak dan hambatan dagang lainnya. Mereka menegaskan bahwa tindakan seperti itu bertentangan dengan tata kelola perdagangan internasional yang adil

Para pemimpin, menghadiri pertemuan pembukaan KTT BRICS, di Museum of Modern Art (MAM) di Rio de Janeiro, Brasil (Reuters.com)

KTT yang berlangsung di Rio juga diwarnai diskusi tentang reformasi sistem keuangan global, termasuk usulan pembentukan lembaga jaminan multilateral melalui New Development Bank yang berfokus pada pendanaan infrastruktur dan investasi di negara berkembang. Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, saat membuka forum membandingkan BRICS dengan Gerakan Non-Blok pada era Perang Dingin, menyebut perannya sebagai penjaga diplomasi multilateral di tengah meningkatnya proteksionisme global

Trump, di sisi lain, diduga menekan waktu bagi sejumlah negara untuk mencapai kesepakatan dagang dengan AS sebelum tenggat 9 Juli, saat masa penangguhan tarif yang sedang berlaku akan berakhir. Ia juga menunjuk batas waktu 1 Agustus bagi negara-negara yang belum mencapai perjanjian perdagangan untuk menghadapi potensi kenaikan tarif kembali .

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan Perdana Menteri RRT Li Qiang menghadiri pertemuan bilateral, menjelang KTT BRICS (Reuters.com)

Sikap Trump dipandang sebagai bagian dari strategi proteksionisnya untuk menjaga keunggulan ekonomi AS. Sementara BRICS terus memperluas pengaruhnya, baik dalam hal jumlah anggota maupun dalam agenda pembaruan tatanan global, persaingan antara kedua kubu diprediksi akan semakin mengemuka dalam beberapa bulan mendatang .

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today