Dikabarkan bahwa Hanif Faisol, selaku Menteri Lingkungan Hidup, telah bertemu dengan Pramono Anung, selaku Gubernur Jakarta; serta Dedi Mulyadi, selaku Gubernur Jawa Barat.
Hanif mengadakan pertemuan bersama dengan kedua gubernur tersebut dalam rangka untuk mencari cara mengatasi banjir yang saat ini tengah terjadi di Jakarta.

Hanif mengungkapkan bahwa upaya mitigasi banjir di Jakarta disepakati dengan melakukan rehabilitasi di kawasan hulu daerah aliran sungai atau DAS Ciliwung yang memiliki luas 7.000 hektare.
“Kami bicara dengan kedua gubernur dan bersepakat harus ada rehabilitasi di kawasan Puncak sekitar 7.000 hektare,” ucap Hanif saat ditemui di rumah dinasnya di Jalan Galuh, Jakarta, pada hari Minggu malam, 6 Juli 2025, dikutip dari tempo.co.
Dilansir dari tempo.co, Hanif menyampaikan bahwa biaya rehabilitasi DAS Ciliwung yang terletak di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akan menggunakan APBD Pemerintah Provinsi Jakarta sebagai salah satu bentuk bantuan wilayah penyangga Ibu Kota.
Upaya pencegahan tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan dengan penanganan di hilir. “Mending di hulu, sumber penyakitnya kita tangani,” kata dia, dilansir dari tempo.co.
Pramono Anung, selaku Gubernur Jakarta, sebelumnya telah memilih untuk mengutamakan pengerukan kali yang berada di pinggiran Jakarta untuk menyelesaikan masalah banjir.
Menurut Pramono, irigasi pinggiran Jakarta, misalnya Kali Cakung perlu untuk dilakukan perawatan sebab sejumlah kali ini adalah salah satu faktor yang mengakibatkan terjadinya banjir di Jakarta.
“Intinya adalah saya sudah memutuskan untuk penanganan pengerukan di pinggir-pinggir Jakarta ini segera dilakukan karena ini menjadi prioritas utama,” ujar Pramono pada Senin, 7 Juli 2025, dalam laman tempo.co.
Untuk mengurangi banjir yang saat ini tengah menggenangi sejumlah wilayah di Jakarta, Pemerintahan Jakarta, dalam hal ini adalah Dinas Sumber Daya Air atau SDA Jakarta, tengah memaksimalkan penggunaan pompa.





