1.024 Pesepak Bola di Turkiye Dilarang karena Dugaan Keterlibatan Judol

1.024 pemain sepak bola liga Turkiye ditangguhkan karena diduga terlibat dalam kasus judi online (judol). (Sumber Foto : Wikimedia Commons)
0 0
Read Time:2 Minute, 17 Second

1.024 pemain sepak bola liga Turkiye ditangguhkan karena diduga terlibat dalam kasus judi online (judol) yang sedang diselidiki di negara itu.

Sebagaimana dilaporkan oleh Federasi Sepak Bola Turkiye (TFF), para pemain liga Turkiye itu bertaruh pada berbagai pertandingan sepak bola.

Sebagaimana dilaporkan oleh BBC pada hari Selasa, 11/11/2025, sebanyak 27 pemain sepak bola di antaranya bermain di liga kasta tertinggi Turkiye.

Sementara 997 pemain tambahan bergabung dengan klub sepak bola yang bermain di liga kasta bawah.

Selain itu, ribuan pemain sepak bola tersebut telah dirujuk ke Dewan Disiplin Sepak Bola Profesional Turki (PFDK) untuk pemeriksaan tambahan.

Liga kasta ketiga dan keempat tidak berlangsung lagi

Setelah ini terjadi, pertandingan di liga sepak bola kasta ketiga dan keempat Turki ditunda selama dua minggu.

Sebaliknya, TFF mengumumkan bahwa pertandingan di dua liga sepak bola tertinggi di Turki akan tetap berlangsung.

TFF juga meminta FIFA untuk memberikan tambahan waktu lima belas hari sebelum jendela transfer musim dingin dimulai.

Itu untuk membantu klub liga Turki mengatasi kekurangan pemain yang disebabkan penangguhan.

4 pemain klub terkemuka Turki juga ditangguhkan

Besiktas, salah satu tim terbesar di liga kasta tertinggi Turki, mengumumkan bahwa dua pemain mereka ditangguhkan dan dirujuk ke PFDK karena kasus judi.

Dilaporkan oleh Federasi Sepak Bola Turkiye (TFF), para pemain liga Turkiye itu bertaruh pada berbagai pertandingan sepak bola. (Sumber Foto : Probolinggo.times..co.id)

Menurut NYTimes, Necip Uysal dan Ersin Destanoglu adalah dua pemain Besiktas. Namun, Besiktas menyatakan mereka memiliki “kepercayaan penuh” bahwa kedua pemain tersebut tidak bersalah.

Galatasaray, klub besar di liga Turki, juga mengumumkan bahwa dua pemain mereka ditangguhkan. Dua di antaranya adalah Eren Elmali dan Metehan Baltaci.

Galatasaray mengatakan mereka akan “mengikuti proses sensitif ini dengan sangat hati-hati.”

Ada ratusan wasit liga yang berpartisipasi

Sebelumnya, Ibrahim Haciosmanoglu, Presiden TFF, menyatakan bahwa 371 dari 571 wasit liga Turki memiliki akun judol, dan 152 di antaranya dilaporkan aktif bertaruh sepak bola.

Pada 27 Oktober 2025, pernyataan Haciosmanoglu pertama kali dibuat setelah skandal judol muncul. Dia menyatakan bahwa tujuh wasit utama dan lima belas asisten wasit dari dua liga teratas terlibat dalam perjudian.

Selain itu, terlibat 36 wasit “berlisensi” dan 94 asisten dari liga kasta di bawahnya. Laporan menunjukkan bahwa sepuluh wasit masing-masing telah memasang lebih dari 10.000 taruhan. Bahkan, salah satu wasit tercatat telah memasang 18.227 taruhan.

Saat itu, 142 wasit bertaruh pada lebih dari 1.000 pertandingan, dan beberapa dari mereka hanya memasang satu taruhan.

Peraturan yang ditetapkan oleh TFF, FIFA, dan UEFA melarang siapa pun, termasuk ofisial pertandingan, wasit, atau pemain, berpartisipasi dalam aktivitas judi.

Haciosmanoglu menyebut skandal judi sebagai krisis moral bagi sepak bola Turki.

“Tugas kami adalah mengangkat sepak bola Turki ke tempat yang semestinya dan membersihkannya dari segala kotoran,” tuturnya dikutip dari Euronews, Selasa (11/11/2025).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today