Dikabarkan bahwa beberapa waktu yang lalu Pemerintah Denmark telah memberikan pengumuman terkait pelarangan akses media sosial untuk anak-anak yang masih berusia di bawah 15 tahun.
Berdasarkan sebuah ulasan pada tanggal 7 November 2025 yang dirilis oleh Euronews dalam laman Tempo.co, pemberlakuan aturan ini bakal menjadi sebuah langkah paling berani yang diambil oleh Denmark untuk mengatasi kekhawatiran masyarakat mengenai pemanfaatan media sosial pada kalangan remaja serta anak.
Pihak Kementerian Digitalisasi Denmark mengungkapkan bahwa kebijakan batas minimal usia 15 tahun dalam penggunaan media sosial bakal diberlakukan untuk “sosial media tertentu”.

Sampai dengan saat ini, kementerian tersebut masih belum memberikan pengumuman lebih lanjut terkait platform media sosial apa saja yang bakal dimasukkan ke dalam daftar itu.
Dilaporkan bahwa pemberlakuan kebijakan ini diperkirakan bakal memicu perdebatan dari sejumlah negara lain, tetapi Pemerintah Denmark memastikan tujuan ditetapkannya larangan ini demi melindungi anak serta remaja di dunia maya.
“Sebagai salah satu negara pertama di Uni Eropa, Denmark kini mengambil langkah terobosan untuk memperkenalkan batas usia di media sosial,” menurut pernyataan resmi Kementerian Digitalisasi Denmark, dilansir dari Tempo.co.
Pemberlakuan kebijakan ini juga telah mendapatkan persetujuan dari seluruh kalangan politik di Denmark, yang mana mereka sepakat bahwa anak-anak tidak boleh dibiarkan sendirian dalam menghadapi dunia digital, sebuah wadah yang menjadi tempat beredarnya berbagai macam konten berbahaya.
Dinukil dari Tempo.co, para anggota Parlemen di Denmark menyampaikan bahwa dampak negatif yang dihasilkan akibat penggunaan media sosial tidak dapat dihentikan oleh para orang tua, guru, hingga soisalisasi.
Sebagian besar anak-anak serta remaja yang menghabiskan waktunya di media sosial mengalami beberapa permasalahan, seperti gangguan tidur, kehilangan ketenangan serta konsentrasi, dan semakin tertekan oleh perubahan hubungan digital.
Caroline Stage, selaku Menteri Digitalisasi Denmark, menyatakan bahwa pemberlakuan kebijakan baru yang bakal dilakukan oleh negaranya ini memperlihatkan sikap ketegasan pemerintah.
“Kami mengambil sikap yang diperlukan untuk melawan kondisi di mana platform teknologi besar terlalu lama bebas di sekitar anak-anak,” ujar dia, dalam laman Tempo.co.





