Bantuan Tahap III Rp 1,2 Triliun untuk Korban Bencana Sumatera Dilepaskan oleh Mentan Amran dan Kasal

bantuan kemanusiaan tahap ketiga menunjukkan kembali komitmen pemerintah dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL). (Sumber Foto : Dok Kementan)
0 0
Read Time:2 Minute, 18 Second

Pelepasan bantuan kemanusiaan tahap ketiga menunjukkan kembali komitmen pemerintah dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) terhadap penanganan bencana di Sumatera.

Selasa (16/12/2025) pukul 07.00 WIB, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Muhammad Ali melepas Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Makassar-590 milik TNI AL dari Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) di Tanjung Priok, Jakarta.

Musibah menjadi panggilan bagi seluruh pihak untuk saling membantu. (Sumber Foto : Kompas.com)

Amran menyatakan bahwa bantuan bersama TNI AL ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

“Kami membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ini adalah pengapalan ketiga dan diberangkatkan pagi ini pukul 07.00 WIB,” ujarnya dalam siaran pers.

Amran mengatakan bahwa bantuan sebelumnya dari pemerintah mencakup 44.000 ton beras, 6.000 ton minyak goreng, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya senilai sekitar 1,2 triliun rupiah.

Selain itu, program Kementan Peduli menerima sekitar Rp 75 miliar dalam bantuan gotong royong dari pegawai Kementan dan mitra strategis BUMN pangan seperti Bulog, ID Food, dan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN.

Bantuan didistribusikan secara bertahap melalui kerja sama intens dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kementerian koordinator terkait, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), TNI AL, Panglima TNI, dan Kementan.

“Ini adalah bentuk kolaborasi untuk meringankan beban saudara-saudara kita. Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat merupakan cobaan bagi kita semua,” kata Amran.

KRI Makassar-590 mengangkut 70 truk bantuan untuk pengiriman tahap III, yang mengandung mi instan, air mineral, biskuit, susu ultra-high temperature (UHT), popok bayi, pembalut, sosis, kasur, pakaian layak pakai, selimut, handuk, minyak goreng, sabun, dan minuman.

Selain itu, sesuai dengan kebutuhan lapangan yang disampaikan oleh pemerintah daerah dan BNPB, kapal tersebut membawa perlengkapan pendukung tambahan, seperti alat penjernih air. Amran menyatakan bahwa bantuan disalurkan sesuai dengan kebutuhan lapangan.

“Ke depan, kami akan terus menyalurkan bantuan lanjutan dan memohon doa agar proses pengiriman berjalan lancar,” ujarnya.

Selain mengangkut bantuan tahap III, KRI Makassar-590 juga mengangkut sisa bantuan tahap II sebanyak 41 truk dan sisa bantuan tahap I sebanyak 153 palet yang tidak dapat diangkut pada pengiriman sebelumnya karena kapasitas yang terbatas.

Direncanakan bahwa semua bantuan akan dikirim melalui kapal ke Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, yang kemudian akan pergi ke Sibolga dan Aceh untuk didistribusikan kepada penduduk yang terkena dampak bencana.

Amran menyatakan bahwa musibah tersebut menjadi panggilan bagi seluruh pihak untuk saling membantu.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bergandeng tangan, setidaknya dengan doa, agar saudara-saudara kita diberi kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini,” tuturnya.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Kasal, Direktur Utama Perum Bulog, Direktur Utama Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), dan jajaran pejabat eselon I Kementan hadir dalam acara tersebut.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today