Dilaporkan bahwa sebanyak 51 unit truk sampah baru yang dilengkapi dengan fitur pemadat sampah tertutup canggih telah dibeli oleh fasilitas pengolahan sampah Refuse Derived Fuel atau RDF Rorotan di Cilincing, Jakarta Utara.
Pembelian puluhan unit truk sampah baru itu dilakukan oleh RDF Rorotan agar dapat mencegah tersebarnya bau sampah ke sejumlah perumahan yang berada di sekitar fasilitas tersebut.
Mengutip Tempo.co, sebelumnya operasional fasilitas RDF Rorotan sempat diberhentikan sementara akibat tersebarnya bau sampah yang dihasilkan dari sejumlah truk di kawasan tersebut hingga akhirnya diprotes oleh warga setempat.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi atau Pemprov Jakarta pun langsung mengambil tindakan dengan membeli serta menggunakan puluhan truk baru untuk mengangkut sampah ke fasilitas RDF Rorotan.
“Kami memastikan seluruh armada memenuhi standar kualitas agar tidak menimbulkan persoalan baru di masyarakat,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Asep Kuswanto melalui keterangannya, hari Rabu, 17 Desember 2025, dilansir dari Tempo.co.
Asep mengungkapkan bahwa puluhan truk baru yang dibeli untuk RDF Rorotan ini merupakan sebuah kendaraan berjenis truk compactor yang memiliki sistem bak tertutup.
Dikabarkan bahwa sistem bak tertutup ini didesain agar dapat mencegah tersebarnya bau dan juga mencegah berjatuhannya sampah di sepanjang jalur ketika proses pengangkutan berlangsung.
Sebelumnya, pada bulan November 2025 lalu, Pramono Anung Wibowo, selaku Gubernur Jakarta, sempat memberhentikan pelaksanaan uji coba fasilitas RDF Rorotan akibat adanya keluhan dari masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi perihal munculnya bau sampah yang menyengat.
“Saya sudah meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup, untuk sementara comissioning-nya dihentikan terlebih dahulu,” kata Pramono di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, hari Selasa, 4 November 2025, dalam laman Tempo.co.
Dinukil dari Tempo.co, Pramono menyebut, bau yang timbul di sekitar area RDF Rorotan ini bukan bersumber dari proses pengolahan sampah, melainkan dari sejumlah truk sampah yang tengah mengangkut serta mengantarkan sampah ke fasilitas tersebut.
“Yang menjadi masalah adalah ketika sampahnya kemudian dilakukan mobilisasi atau pengangkutan, truknya itu tidak compact, sehingga air lindinya tumpah. Inilah yang menyebabkan bau,” ucap Pramono, dikutip dari Tempo.co.





