PLN Mobile EVenture Akan Digunakan untuk Memastikan Kesiapan SPKLU Menjelang Nataru 2025/2026

Persero juga dikenal sebagai PLN, mengambil tindakan proaktif yang tidak biasa menjelang peningkatan mobilitas masyarakat selama libur Natal 2025. (Sumber Foto : Dok PLN)
0 0
Read Time:5 Minute, 56 Second

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), juga dikenal sebagai PLN, mengambil tindakan proaktif yang tidak biasa menjelang peningkatan mobilitas masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

PLN telah meluncurkan PLN Mobile EVenture Siaga Kesiapan SPKLU untuk memulai operasi langsung di lapangan daripada bergantung pada laporan teknis dan simulasi.

Program yang baru saja diluncurkan telah menjangkau berbagai provinsi, mulai dari Lampung hingga berakhir di Surabaya, Jawa Timur.

Kegiatan ini diikuti oleh PLN Direktorat Retail dan Niaga, PLN Icon Plus, ATPM, dan komunitas pengumpulan mobil listrik, serta perwakilan dari Kementerian Infrastruktur, ESDM, Perhubungan, dan Kemendagri.

Perjalanan lintas provinsi menunjukkan kesiapan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di jalur mudik yang direncanakan dan tempat wisata.

Untuk memastikan bahwa ekosistem EV siap melayani publik pada momen puncak akhir tahun, EVenture lebih dari sekadar konvoi EV.

Perjalanan menunjukkan ketahanan infrastruktur

Rombongan EVenture berangkat dari Lampung, melalui jalur Trans Sumatera, sebelum melewati Bakauheni dan Merak menuju Pulau Jawa.

Perjalanan dimulai dari Banten dan melanjutkan ke Jakarta, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, dan akhirnya berakhir di Surabaya. Perjalanan ini berlangsung selama empat hari penuh, kata Ririn Rachmawardini, Wakil Presiden Eksekutif Pengembangan Produk Niaga PLN.

Fokus utamanya adalah mengevaluasi kesiapan SPKLU di rest area dan kota-kota yang akan menjadi tujuan utama bagi pengguna EV selama libur Nataru.

Perjalanan lintas provinsi menunjukkan kesiapan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). (Sumber Foto : Dok PLN)

Dalam proyek ini, PLN melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah terkait, asosiasi pengguna kendaraan listrik, internal PLN, dan komunitas lokal.

Untuk memastikan bahwa seluruh ekosistem kendaraan listrik berjalan dengan baik, kerja sama lintas sektor ini dilakukan.

“Kami melaksanakan PLN Mobile EVenture ini sejak Senin sampai Kamis, dari Lampung hingga Surabaya. Bersama para stakeholder, kami mengecek kondisi SPKLU di setiap rest area ataupun kota besar yang berpotensi menjadi tujuan mobilisasi pengguna EV di libur Natal dan Tahun Baru,” ujar Ririn dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (21/12/2025).

Kolaborasi lintas industri

Dalam program EVenture ini, PLN tidak berdiri sendiri; itu melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga teknis, asosiasi pengguna kendaraan listrik, mitra ATPM, komunitas EV, dan unit internal PLN.

Menurut Ririn, tujuan dari pelibatan lintas kementerian, yang mencakup Ditjen Ketenagalistrikan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Dalam Negeri, dan kementerian infrastruktur, adalah untuk mengatur kesiapan masing-masing sektor untuk Nataru.

Untuk memastikan bahwa seluruh komponen yang mendukung ekosistem kendaraan listrik dapat bekerja sama dengan baik, sinergi diperlukan.

“Tujuan kami adalah meng-inline-kan program. Kesiapan siaga Nataru dari PLN harus sejalan dengan perhatian dan kewenangan masing-masing kementerian, baik dari sisi teknis, jarak tempuh, hingga infrastruktur pendukung,” terang Ririn

Menurut Adi Priyanto, Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), nilai utama EVenture terletak pada pengalaman praktis.

PLN dapat melacak kondisi antrean, waktu tunggu, dan respons sistem SPKLU secara real-time dengan membawa lebih dari sepuluh kendaraan listrik dalam satu rombongan.

“Ketika kami mampir bersama-sama ke satu SPKLU, kita bisa melihat antreannya seperti apa. Dari situ, kami bisa simpulkan, apakah perlu penambahan unit atau penguatan backup. Ini penting agar mudik Nataru dengan kendaraan listrik bisa benar-benar nyaman,” terang Adi.

Adi juga berbicara tentang kemungkinan lonjakan pengguna EV pada Nataru tahun ini karena semakin banyak model EV baru yang tersedia.

Menurutnya, liburan akhir tahun sering menjadi kesempatan pertama bagi orang untuk mencoba perjalanan jarak jauh dengan EV. PLN menerima banyak umpan balik dari pengalaman EVenture.

Bukan hanya fungsi teknis SPKLU, tetapi juga aspek nonteknis, seperti penyebaran informasi kepada pengguna. Rini mengatakan bahwa masyarakat membutuhkan pelatihan yang lebih jelas tentang perbedaan kendaraan listrik, seperti tipe charger dan kapasitas baterai. Di satu titik, penumpukan dapat terjadi karena kurangnya data.

“Masukan yang kami terima sangat banyak. Ada yang perlu kami akselerasi, terutama dalam menyampaikan informasi kepada pelanggan agar pengguna EV merasa lebih tenang dan perjalanan mereka lebih nyaman,” ucap Ririn.

Negara menguji kesiapan daripada persiapan

Dari perspektif pemerintah, Arianto Wibowo menyatakan bahwa EVenture memainkan peran penting dalam menjamin transisi kendaraan listrik aman dan andal, terutama dalam situasi penting seperti Nataru.

Ia menyebut EVenture sebagai pengujian langsung kesiapsiagaan infrastruktur pengisian EV di jalur Sumatera-Jawa.

“Melalui kegiatan ini, kami memastikan SPKLU benar-benar siap mendukung mobilitas masyarakat saat Nataru. Tidak hanya berfungsi normal, tetapi juga mampu merespons kondisi darurat seperti kendaraan kehabisan daya di tengah perjalanan” kata Arianto

Arianto menyatakan bahwa pengujian ini penting untuk memastikan bahwa infrastruktur EV tidak hanya dibangun secara fisik.

Infrastruktur tersebut juga harus dilengkapi dengan sistem yang terintegrasi untuk layanan, komunikasi, dan respons cepat.

Arianto menyatakan bahwa pengujian ini penting untuk memastikan bahwa infrastruktur EV tidak hanya dibangun secara fisik.

Infrastruktur tersebut juga harus dilengkapi dengan sistem yang terintegrasi untuk layanan, komunikasi, dan respons cepat.

Petugas siaga, pusat layanan telepon 24 jam sehari, dan SPKLU mobile

Selama periode siaga Nataru, PLN juga menyiapkan petugas di seluruh posko SPKLU. Setiap SPKLU disiagakan melalui sistem kerja tiga shift, yang didukung oleh call center khusus SPKLU yang beroperasi 24 jam sehari.

Selain itu, PLN menyediakan SPKLU mobile sebagai solusi darurat dalam kasus kepadatan atau kendala teknis di lokasi. Langkah ini membantu pengguna EV menghindari situasi tanpa layanan selama perjalanan.

PLN terus mendorong penggunaan aplikasi PLN mobile sebagai pusat kendali perjalanan pengguna kendaraan listrik selain kesiapan infrastruktur fisik.

Pengguna dapat menggunakan fitur rencana perjalanan aplikasi ini untuk mengetahui lokasi SPKLU, memantau ketersediaan charger, dan menerima notifikasi saat pengisian daya selesai.

Ririn mengatakan bahwa fitur-fitur tersebut dibuat untuk membuat pengguna merasa lebih aman dan mengurangi risiko antrean saat perjalanan jauh.

Oleh karena itu, menggunakan kendaraan listrik saat Nataru dapat lebih mudah dan nyaman.

Pusat SPKLU dan kontribusi sektor swasta dalam ekosistem EV

EVenture juga mendorong peninjauan dan peresmian berbagai pusat SPKLU, salah satunya di Bandung.

Dibandingkan dengan pusat SPKLU biasa, SPKLU Center memiliki kapasitas pengisian yang lebih besar dan lebih banyak fasilitas.

Sebagai bagian dari rencana PLN untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang inklusif dan berkelanjutan, PLN mendorong partisipasi swasta dalam pengembangan Pusat SPKLU.

Selain itu, rombongan meninjau kesiapan SPKLU Center di berbagai titik strategis sebagai bagian dari EVenture.

Teknologi pengisian ultra-cepat dapat mempersingkat waktu pengisian menjadi antara 20 dan 30 menit.

Cyrillus Harinowo, Komisaris PT Energi Anugerah Divina, mengatakan bahwa pengembangan Pusat SPKLU sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.

“Kami bersyukur dapat bermitra dengan PLN dalam pengembangan SPKLU Center, seperti di Bandung, Bekasi, dan Semarang. Dengan pengisian cepat, pengguna EV tidak perlu khawatir saat melakukan perjalanan jauh,” kata Cyrillus.

Ia juga menyatakan bahwa partisipasi swasta dalam pembangunan SPKLU Center menunjukkan bahwa ekosistem kendaraan listrik di Indonesia mulai berkembang secara kooperatif dan berkelanjutan.

Dengan menutup jaringan EVenture Surabaya, PLN menyatakan komitmennya untuk memastikan layanan SPKLU tetap dapat diakses selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Adi Priyanto menyatakan bahwa untuk membangun kepercayaan publik, pengalaman langsung di lapangan sangat penting.

“Kalau masyarakat merasakan mudik Nataru dengan kendaraan listrik itu aman dan nyaman, maka animo penggunaan kendaraan listrik akan meningkat dengan sendirinya,” kata Adi.

Dengan PLN Mobile EVenture Siaga Kesiapan SPKLU ini, PLN tidak hanya memastikan kesiapan infrastruktur tetapi juga menegaskan perannya sebagai pengawal mobilitas nasional yang andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Ekosistem kendaraan listrik Indonesia memasuki fase yang lebih matang, siap melayani masyarakat pada momen puncak Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, berkat dukungan pemerintah, kolaborasi swasta, kesiapan PLN, dan pengalaman positif pengguna.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today