Mendagri Minta Bupati Tapanuli Utara Mengungkap Data Hunian Rusak Untuk Percepatan Pemulihan Pascabencana

Untuk mempercepat pemulihan pascabencana, Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat diminta untuk mendata ulang rumah yang rusak. (Sumber Foto : Dok Kemendagri)
0 0
Read Time:2 Minute, 4 Second

Untuk mempercepat pemulihan pascabencana, Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat diminta untuk mendata ulang rumah yang rusak oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.

Tito menekankan bahwa pendataan rumah rusak ringan, rusak sedang, rusak berat, dan rumah yang hilang harus dilakukan secara nama-alamat. Ini akan membantu pemerintah menentukan tindakan selanjutnya.

Tito mengatakan bahwa tanah longsor adalah penyebab utama bencana di daerah tersebut. (Sumber Foto : Dok Kemedagri)

“Pemerintah bekerja cepat di bawah perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kita semua bergerak, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), pemerintah daerah, semua bekerja. Dan sebetulnya kita masih dalam masa tanggap darurat,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (22/12/2025).

Tito membuat pernyataan tersebut pada hari Minggu, 21 Desember 2025, saat peletakan batu pertama pembangunan 103 Rumah untuk Rakyat Korban Bencana di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Tito melihat bahwa pemulihan setelah bencana di Kabupaten Tapanuli Utara secara umum berjalan cepat, menurut observasi di lapangan. Jalan-jalan yang sempat tertutup telah dibuka kembali, dan sistem kelistrikan telah berangsur pulih.

Tito mengatakan bahwa tanah longsor adalah penyebab utama bencana di daerah tersebut.

Kondisi ini menyebabkan banyak hunian masyarakat rusak atau hilang, dan juga menyebabkan kematian. Akibatnya, Tito meminta kepastian tentang rekapitulasi data yang mutakhir sehingga penanganan dapat dilakukan secara optimal.

“Nah, untuk rumah rusak ringan dan sedang, saya minta kepada Pak Bupati (Jonius Taripar) agar segera direkap by name by address, nama-nama dan lainnya, supaya tidak salah. Data itu kemudian diserahkan kepada provinsi,” imbuhnya.

Tito menjelaskan bahwa masyarakat akan disarankan untuk memberikan bantuan untuk biaya renovasi rumah mereka yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Diharapkan langkah ini akan mempercepat pemulihan dan mengurangi jumlah orang yang tinggal di lokasi pengungsian.

“Untuk rumah yang rusak berat dan hilang, itu akan didukung penuh oleh pemerintah. Pembangunannya apakah dilakukan di lokasi yang sama atau direlokasi, tergantung tingkat kerawanannya,” jelas Tito.

Dia menegaskan bahwa relokasi akan memanfaatkan tanah milik pemerintah pusat, daerah, dan BUMN sesuai dengan arahan Presiden Prabowo.

Ia menjamin proses pemulihan dimulai secepat mungkin untuk membantu orang-orang yang terkena dampak bencana.

Tito juga mengucapkan terima kasih kepada banyak orang yang membantu pemulihan, seperti Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, yang membantu mempercepat pemulihan dengan membangun hunian tetap di banyak tempat.

Menurut laporan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Lumbantoruan, dan unsur-unsur lainnya hadir di acara tersebut.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today