BNN Bongkar Lab Narkoba Vape dan Happy Water di Apatement Kawasan Ancol

BNN bongkar fasilitas yang digunakan untuk meracik dan mengolah narkotika cair yang disuntikkan ke dalam cairan vaping. (Sumber Foto : Kompas.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 32 Second

Di sebuah apartemen di daerah Ancol, Jakarta Utara, Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar fasilitas yang digunakan untuk meracik dan mengolah narkotika cair yang disuntikkan ke dalam cairan vaping dan happy water.

Menurut Plt Deputi Pemberantasan BNN RI Brigjen Pol Budi Wibowo, empat orang yang diidentifikasi dan diamati menunjukkan keterlibatan jaringan narkotika internasional.

“Di Soekarno-Hatta, teman-teman Bea Cukai dan Imigrasi menemukan ada orang yang terindikasi terlibat di dalam jaringan narkotika internasional yaitu Cina–Malaysia ke Indonesia,” ujarnya saat ditemui di salah satu apartemen di wilayah Ancol pada Selasa (6/1/2025).

Setelah pendalaman dan pengembangan selesai, tim gabungan kemudian menemukan tempat di mana narkotika cair dibuat.

“Kita menemukan tempat yang digunakan untuk meracik, mengolah narkotika cair yang kemudian disuntikkan ke dalam liquid vape dan happy water,” kata Budi.

Penyidik menemukan ribuan botol happy water yang disembunyikan dengan kemasan minuman lokal saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Tim gabungan kemudian menemukan tempat di mana narkotika cair dibuat. (Sumber Foto : Metro TV)

Penyidik juga menemukan hampir 10.000 cartridge vape yang tidak digunakan dan alat suntik yang digunakan untuk mengisi cairan narkoba.

“Dari olah TKP kami menemukan ada kurang lebih sekitar hampir 80 yang sudah jadi cartridge itu,” kata Budi.

Empat tersangka yang ditahan memiliki tanggung jawab yang berbeda.

“Ada peran sebagai kurir pengambil bahan-bahan, ada peran sebagai pengendali, dan ada juga peran sebagai pembiaya,” ujarnya.

WNI dengan inisial Hs, DM, PS, dan HSN adalah empat orang yang ditahan.

Dua warga negara asing (WNA) telah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang BNN terkait pengungkapan tersebut.

“Menurut pengakuan tersangka, kisaran (dijual) antara Rp 2 juta sampai Rp 6 juta per sachet untuk happy water. Untuk liquid vape, menurut pengakuan tersangka, Rp 2 juta,” ujarnya.

Budi menyatakan bahwa semua keterangan tersangka masih diselidiki dan kasus masih dalam proses.

“Ini masih dalam proses pendalaman dan pengembangan lanjut,” ujar Budi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today