Dinkes Grobogan Sebut Ada 658 Orang yang Diduga Keracunan Usai Mengonsumsi Hidangan MBG

Ratusan orang dari berbagai sekolah dan satuan pendidikan di Gubug, Grobogan, diduga telah mengalami keracunan usai mengonsumsi hidangan MBG. (Source: Ilustrasi/Kabarindonesia.id)
0 0
Read Time:1 Minute, 33 Second

Dikabarkan bahwa terdapat sebanyak 658 orang dari berbagai sekolah serta satuan pendidikan di Kecamatan Gubug, Grobogan, yang diduga telah mengalami keracunan usai mengonsumsi hidangan program makan bergizi gratis atau MBG.

Insiden keracunan yang menimpa ratusan orang tersebut berdasarkan laporan yang telah disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Insiden ini berlangsung pada hari Jumat, 9 Januari 2026, ketika sejumlah siswa mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi hidangan MBG. (Source: Ilustrasi/Beritakini.co)

Ratusan orang yang mengalami keracunan usai mengonsumsi hidangan MBG itu di antaranya terdiri dari sejumlah pelajar di SMP, SMK, dan SD negeri di daerah Ngroto, PAUD Ngroto, SD Glapan, SD Trisari, serta SD Penadaran.

Dilansir dari Tempo.co, Djatmiko, selaku Kepala Dinkes Kabupaten Grobogan, mengungkapkan bahwa insiden ini berlangsung pada hari Jumat, 9 Januari 2026, ketika sejumlah siswa mengalami gejala keracunan makanan usai mengonsumsi hidangan MBG.

Djatmiko menyampaikan bahwa dalam insiden keracunan makanan ini, gejala yang paling banyak ditemukan yakni mual serta muntah.

Menurut data yang dirilis per hari Minggu, 11 Januari 2026, dilaporkan masih ada 79 orang yang tengah menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan, seperti di RS Ki Ageng Getas Pendowo (Gubug) sebanyak 39 orang, di RS Soedjati sebanyak 11 orang, di UPTD Puskesmas Penawangan 1 sebanyak 9 orang, di Puskesmas Kedungjati sebanyak 7 orang, dan di Puskesmas Gubug 1 sebanyak dua orang.

“Jumlah ini bersifat dinamis. Ada pasien yang kondisinya membaik dan dipulangkan, namun juga ada potensi penambahan. Data akan kami perbarui setiap 12 jam,” kata Djatmiko, dalam laman Tempo.co.

Mengutip Tempo.co, Djatmiko juga diketahui telah memberikan pengingat kepada seluruh penyedia layanan makanan, terutama kepada seluruh satuan pemenuhan pelayanan gizi atau SPPG agar dapat mematuhi standar laik higiene sanitasi serta ketepatan waktu ketika mengirimkan hidangan program MBG.

“Pemberian makanan tidak boleh molor. Jika terlalu lama, lebih dari empat jam, kualitas makanan dapat menurun dan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan,” ujarnya, dinukil dari Tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today